Jenderal Top AS Diam-diam Pernah Telepon Militer China, Khawatir Donald Trump Perintahkan Perang

- 15 September 2021, 11:35 WIB
Jenderal top AS, Mark Milley yang menjabat sebagai Kepala Gabungan Militer semasa pemerintahan Presiden Donald Trump
Jenderal top AS, Mark Milley yang menjabat sebagai Kepala Gabungan Militer semasa pemerintahan Presiden Donald Trump /Reuters/Evelyn Hockstein


PIKIRAN RAKYAT - Jenderal top AS, Mark Milley secara diam-diam dilaporkan pernah menelepon jenderal China dua kali karena kekhawatiran Presiden Amerika Serikat saat itu Donald Trump dapat memicu perang dengan China.

Laporan itu terungkap dari media AS, Washington Post, jenderal top AS itu menelepon China karena potensi kekalahan Donald Trump dalam pilpres AS 2020 lalu.

Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS, pertama kali menelepon Jenderal China, Li Zuocheng pada 30 Oktober 2020 (empat hari sebelum pilpres AS).

Mark Milley kemudian menelepon lagi pada 8 Januari 2021, dua hari setelah pendukung Trump menyerbu Gedung Kongres AS, menurut laporan Washington Post, dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 15 September 2021.

Baca Juga: Hadapi Perang Batin, Kalina Ocktaranny Sesumbar Ucap Sumpah Ingin Ikut Vicky Prasetyo Dipenjara

Dalam panggilan telepon, Mark Milley berusaha meyakinkan Li Zuocheng bahwa Amerika Serikat stabil dan tidak akan menyerang dan jika ada serangan, dia akan memperingatkan rekannya sebelumnya, kata laporan itu.

Laporan itu didasarkan pada Peril, sebuah buku baru oleh jurnalis Bob Woodward dan Robert Costa, yang menurut mereka mengandalkan wawancara dengan 200 sumber dan akan dirilis pekan depan.

Mark Milley juga dilaporkan berdiskusi dengan pejabat tinggi AS lainnya, termasuk Direktur CIA saat itu Gina Haspel dan kepala Badan Keamanan Nasional Paul Nakasone. Dia menekankan perlunya waspada di tengah kekhawatiran Trump dapat bertindak tidak rasional.

Direktur CIA bahkan mengatakan mereka dalam "situasi yang sangat berbahaya."

Baca Juga: Xi Jinping Menolak Tawaran Joe Biden Bertemu Tatap Muka, AS Membantah

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X