Taliban Paksa Wanita untuk Menikah, Kisah Keluarga Afghanistan yang Kabur ke Pakistan

- 13 September 2021, 13:55 WIB
Pejuang hak perempuan Afganistan dan aktivis sipil melakukan protes kepada Taliban untuk meneruskan prestasi mereka dan pendidikan di depan istana kepresidenan di Kabul, Afganistan.
Pejuang hak perempuan Afganistan dan aktivis sipil melakukan protes kepada Taliban untuk meneruskan prestasi mereka dan pendidikan di depan istana kepresidenan di Kabul, Afganistan. /Reuters

PIKIRAN RAKYAT - Sejak Taliban berkuasa di Afganistan banyak masyarakat sipilnya yang memutuskan untuk melarikan diri dari sana.

Banyak warga Afghanistan yang melarikan diri ke Pakistan untuk melarikan diri dari kehidupan di bawah rezim Taliban.

Mengaku takut para pejuang kelompok itu memaksa anak perempuan di keluarga mereka untuk dinikahi.

Salah satu warga Afganistan, Khalid Shinwari (25) mengaku lega setelah berhasil melarikan diri dari Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

Baca Juga: Taliban Sebut Tugas Perempuan Cuma Melahirkan, Budiman Sudjatmiko: Ngakunya Moderat tapi...

Ayah dari tiga anak itu pertama kali pindah ke Pakistan sejak perang saudara di Afghanistan pada tahun 1990-an yang membawa Taliban berkuasa.

Salah satu putrinya mengungkapkan jika Khalid Shinwari langsung mengambil keputusan untuk pergi ke Pakistan karena menilai negara ini aman mengingat keadaan sedang bergejolak di Afghanistan.

"Kami menghabiskan beberapa tahun di kota (Kohat) itu bekerja keras siang dan malam," ujarnya.

Khalid Shinwari kemudian menuturkan pada tahun 2007, situasi di Afghanistan mulai stabil dan banyak investasi yang mulai masuk.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: DW


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X