Tak Mau Ada Perempuan di Pemerintahan, Taliban: Tugas Wanita Hanya Melahirkan!

- 13 September 2021, 11:30 WIB
Pejuang hak perempuan Afganistan dan aktivis sipil melakukan protes kepada Taliban untuk meneruskan prestasi mereka dan pendidikan di depan istana kepresidenan di Kabul, Afganistan.
Pejuang hak perempuan Afganistan dan aktivis sipil melakukan protes kepada Taliban untuk meneruskan prestasi mereka dan pendidikan di depan istana kepresidenan di Kabul, Afganistan. /Reuters

Menurutnya tindakan tersebut tak menggambarkan sama sekali citra seorang wanita Afghanistan.

"Perempuan Afghanistan adalah mereka yang melahirkan generasi Afghanistan. Mendidik mereka.

Baca Juga: KPI Kehilangan Roh, Rajin Bikin Kontroversi

"Mendidik mereka dengan etika berdasarkan Islam," ujar Hashmi kembali.

Perlu diketahui sejak merdeka 15 Agustus 2021 kemarin, Taliban menjanjikan perlindungan terhadap hak-hak perempuan.

Tapi hal ini tidak terlihat dari pembentukan kabinet pemerintahan baru mereka yang baru saja diresmikan.

Terdapat 33 anggota kabinet yang semuanya merupakan veteran Taliban. Di dalam pemerintahan tak ada kelompok lainnya yang ikut mengambil peran, termasuk suara kaum perempuan.***

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network