Parahnya Perampokan Uang Rakyat Dinilai Sebabkan Taliban Cepat Kuasai Afghanistan

- 5 September 2021, 06:55 WIB
Seorang anggota Taliban duduk sambil memegang senjatanya di Kabul, Afghanistan, 4 September 2021.
Seorang anggota Taliban duduk sambil memegang senjatanya di Kabul, Afghanistan, 4 September 2021. /Wana News Agency via Reuters

Rangking Gross domestic product (GDP) nya berada di papan bawah pada urutan 213 dari 228 negara, dan rangking utang publik di posisi 202 dari 228 negara. “Sementara kredit sektor swasta hanya mencapai 3% dari GDP, namun belanja keamanan mencapai 28 % dari GDP pada 2019,” ujar Zulfikar. 

China yang melihat dengan jeli peluang memanfaatkan mundurnya Amerika Serikat, segera “merapat” ke pihak Taliban. Hal itu karena ambisi China yang ingin mewujudkan jalur One Belt One Road (OBOR)-nya melintasi Afghanistan via Asia Tengah, Eropa Timur dan Eropa Barat.

Dosen UII ini juga menyatakan bahwa Afghanistan mempunyai potensi cadangan logam (rare earth) bahan pembuat microchip dan teknologi mutahir lainnya, yang diperkirakan bernilai 1 triliun dolar AS. “Hal lainnya, China juga ingin mengurangi potensi penyebaran jaringan teroris terkait muslim Uighur di Xinjiang.” katanya.

Baca Juga: Yakin Bisa Taklukkan Tantangan Deddy Corbuzier, Ivan Gunawan Siap Tagih Rp500 Juta

Menyinggung hubungan ekonomi Zulifkar menyatakan, Indonesia mendapat peluang ekonomi terbatas ke Afghanistan. ”Peringkat ke 127 negara tujuan ekspor Indonesia dengan total nilai ekspor sebesar 21,38 juta dolar AS pada 2020.” 

Meskipun kontribusi ekspor Indonesia ke Afghanistan hanya 163,19 miliar dolar AS, namun tren pertumbuhan ekspor cukup positif mencapai 2,91% pada 2016 sampai 2020.

Masih menurut Zulfikar bahwa di masa pandemi ini ekspor RI mampu tumbuh positif 36,87% secara tahunan. 

“Tercatat surplus neraca perdagangan RI sebesar 20,89 juta dolar AS dengan Afghanistan. Ekspor produk farmasi RI juga tumbuh 365,69% dari  507,7 ribu dolar (Januari-Juni 2020) menjadi  2,36 juta dolar pada Januari-Juni 2021.” katanya.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Ziva Jijik Lihat Saipul Jamil Disambut Meriah hingga Kekayaan Kades Ciririp Disorot

Menurut Dr. Phil Shiskha Prabawaningtyas secara kajian geopolitik, Afghanistan sebagai negara “Landlord” yang tak henti bergejolak, juga dikeliingi oleh negara-negara yang juga relatif “bermasalah” seperti Iran di selatan. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X