Parahnya Perampokan Uang Rakyat Dinilai Sebabkan Taliban Cepat Kuasai Afghanistan

- 5 September 2021, 06:55 WIB
Seorang anggota Taliban duduk sambil memegang senjatanya di Kabul, Afghanistan, 4 September 2021.
Seorang anggota Taliban duduk sambil memegang senjatanya di Kabul, Afghanistan, 4 September 2021. /Wana News Agency via Reuters

PIKIRAN RAKYAT - Diskusi publik bertema "Masa Depan dan Kesinambungan Failed State Afghanistan” (negara gagal) mengungkap penyebab  utama Taliban bisa dengan cepat menguasai Afghanistan

Salah satunya adalah kelakuan rampok uang rakyat (korupsi) parah, yang dilakukan pemerintah berkuasa di bawah Presiden Ashraf Ghani.

Taliban dapat dengan cepat menguasai Afghanistan disebabkan oleh strategi perang Taliban, legitimasi masyarakat yang tinggi, serta korupsi yang parah pada pemerintahan dan mundurnya pasukan AS,” kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Zulfikar Rahmat, Ph.D dalam diskusi virtual, dipantau di Jakarta.

Diskusi itu diselenggarakan Indef bekerja sama dengan Universitas Paramadina dan Universitas Islam Indonesia (UII), juga menghadirkan pembicara Dr. Phil. Shiskha Prabawaningtyas, Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy dengan moderator Peneliti Indef Eisha Maghfiruha Rachbini.

Baca Juga: Sejarah Tercipta, Ganda Putri Badminton Indonesia Raih Medali Emas Paralimpiade Tokyo 2021

Zulfikar Rahmat mengatakan, intervensi berbagai negara di Afghanistan meninggalkan penderitaan hingga 50% warganya hidup di bawah garis kemiskinan.

Disebutkan, sejarah Afghanistan merupakan negara yang kerap dilanda perang akibat diintervensi oleh berbagai negara seperti Inggris (1839-1919), Uni Soviet (1979-1989), dan Amerika Serikat (AS) pada 2001-2021.

Sebanyak 5,5 juta penduduk Afghanistan berada mengalami food insecurity, defisit neraca perdagangan yang mencapai sekitar 30% GDP, dan ketergantungan 80% pada dana bantuan luar negeri.

Baca Juga: Modus Operandi Bajak Email, Sindikat Hacker Internasional Gasak Uang Rp1,4 M Milik Perusahaan di DIY

“Wajar kemudian Afghanistan dijuluki sebagai negara gagal,” katanya.  

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X