Peserta Program BAGUS Pelajari Kemajuan Australia

- 1 April 2016, 02:51 WIB

CANBERRA, (PR).- Masa depan Indonesia dan Australia sangat tergantung satu sama lain. Kedekatan geografis, banyaknya peluang dan tantanga nserta berbagai kepentingan nasional yang sama, baik di tingkat bilateral, regional maupun internasional, membuat kedua negara sama-sama saling membutuhkan untuk dapa tmemajukan pembangunan di berbagai bidang. Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Australia,Nadjib Riphat Kesoema ketika menerima 25 mahasiswa Indonesia peraih beasiswa Australia-Indonesia Awards Scholarship di Ruang Cut NyakDien, KedutaanBesarRepublik Indonesia (KBRI) Canberra. Keduapuluhlima mahasiwa Indonesia tersebut tengah menuntut ilmu S-2 dan S-3 dari berbagai universitas ternama di Australia. Mereka terpilih sebagai peserta program BAGUS (Bringing Australian Government Understanding to Students) yang memberikan mereka kesempatan mempelajari proses pembuatan kebijakan, sistem administrasi dan birokrasi Australia di Canberra selama tiga hari. Ditambahkan oleh Dubes Nadjib bahwa tingginya saling ketergantungan ini, membuat Indonesia dan Australia tidak memiliki opsi lain, kecuali harus terus melanjutkan dialog konstruktif dan memupuk semangat persahabatan serta kerjasama di berbagai bidang, baik di bidan gpolitik, ekonomi, pendidikan dan sosial-budaya. Dialog di berbagai tingkatan, mulai dari kepalanegara, menteri hingga tingkat teknis, akan memberikan dampak positif untuk menumbuhkan saling pengertian dan pemahaman yang lebih baik. Terkait dengan program BAGUS di Ibu Kota Australia ini, Dubes Nadjib, yang sebelumnya juga pernah menjadi Dubes RI untuk Belgia merangkap Uni Eropa dan Luxemburg tersebut, meminta para mahasiswa RI untuk mengambil manfaat sebesar mungkin dengan mempelajari berbagai kelebihan dan kemajuan sistem pembuatan kebijakan serta reformasi birokrasi di Australia yang dikenal efisien serta sistem parlemennya. Sebagai negara maju, banyak hal positif yang dapat dipelajari dari Australia, seperti masalah transparansi, akuntabilitas, strategi anggaran dan good governance yang dapat diterapkan di tanah air yang saat ini terus berbenah dalam memperbaiki birokrasi. Dubes RI berharap kesempatan emas yang dimiliki mahasiswa RI untuk belajar di Australia hendaknya juga digunakan untuk menambah jejaring dan berbagi pengalaman dengan mitranya di Australia serta dapat menyebarkan mengenai berbagai kemajuan di Indonesia, seperti dalam bidang riset, demokrasi, pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di tanah air. Pernyataan Dubes RI ini diamini oleh salah satu peserta program BAGUS, yakni Dicky yang tengah menuntut ilmu di Victoria University, Melbourne. Menurutnya, para peserta program ini memang berusaha memanfaatkan program BAGUS bukanhanya untuk mendapatkan pembelajaran tentang pembuatan kebijakan pemerintah dan mekanisme birokasi di Australia, melainkan juga untuk memperluas jejaring dengan para pejabat pemerintah di Australia. Sementaraitu, Therese Faulkner selaku On Award Manager mengatakan bahwa melalui program ini, mahasiswa Indonesia mendapatkan kesempatan bertemu dan mendapatkan pemaparan langsung dari pejabat tinggi berbagai instansi pemerintah di Australia, seperti Kantor Parlemen, Deputi Perdana Menteri dan Kabinet, Australian Public Service Commission (APSC), Commission for Law and Enforcement and Integrity, dan the Commonwealth Ombudsman. Peserta program BAGUS antara lain berasal dari Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pariwisata, Badan Pusat Statistik, dan sejumlah Pemerintah Daerah, seperti Pemda Bangka dan Pemda NTB.***

Editor: Anwar Effendi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X