Kamis, 20 Februari 2020

RI-Yordania Terus Cari Peluang Untuk Tingkatkan Hubungan Bilateral

- 14 Maret 2016, 23:17 WIB

AMMAN, (PR).- "Hubungan RI-Yordania sangat baik dan terbuka banyak peluang untuk dikembangkan dalam berbagai bidang,” kata Menlu RI Retno Marsudi dalam pertemuannya dengan Deputi Perdana Menteri/Menlu Yordania Nasser Judeh di Amman, Jordan. Kunjungan kerja ke Yordania adalah yang pertama bagi Menlu Retno dan merupakan bagian dari peningkatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Dalam pertemuan kedua Menlu membahas upaya untuk tingkatkan kerja sama bilateral khususnya di bidang ekonomi dan people-to-people to contact. Di bidang ekonomi kedua Menteri sependapat banyak peluang yang belum dikembangkan oleh kedua negara. Untuk itu Menlu Retno tegaskan pentingnya mengambil langkah guna mendorong diversifikasi produk perdagangan dan investasi yang dilakukan selama ini. "Yordania dapat memanfaatkan hasil produk-produk industri strategis Indonesia yang sangat baik dan peluang investasi yang terbuka di Indonesia untuk terus tingkatkan hubungan ekonomi kedua negara," tutur Menlu RI. Selama ini Yordania merupakan salah satu sumber utama mineral Indonesia, terutama fosfat yang digunakan untuk membuat pupuk. Dalam upaya mencari peluang baru dan tingkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia juga berencana menunjuk Konsul Kehormatan di Al-Aqaba, Yordania. Selain itu, untuk identifikasi peluang kerja sama baru di berbagai bidang kedua Menlu sependapat perlunya untuk perkuat mekanisme Joint Commission Meeting (JCM) Indonesia-Yordania, untuk tidak saja bahas kerja sama ekonomi dan perdagangan, namun juga isu-isu lainnya seperti pendidikan, pariwisata, kesehatan dan kerja sama inter-faith dialogue. Pada pertemuan tersebut, Menlu RI dan Yordania juga membahas lebih dalam hasil pertemuan KTT LB ke 5 OKI di Jakarta yang baru saja dilaksanakan. Dalam kesempatan pertemuan Menlu juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan kerja sama Yordania dalam upaya mendorong pengakuan kemerdekaan Palestina. "Indonesia menghargai upaya dan peran Pemerintah Yordania dalam mendukung perjuangan bersama negara-negara Islam untuk kemerdekaan Palestina" ujar Menlu RI. Raja Yordania, King Abdullah II adalah pengampu situ-situs suci di Yerusalem termasuk Mesjid Al-Aqsa. Status khusus Yordania ini termasuk dalam kesepakatan Perdamaian Yordania-Israel. Hasil KTT LB ke-5 OKI meneguhkan status Jordan tersebut melalui resolusi dan Deklarasi Jakarta sebagai outcome documents. Kedua Menlu sepakat untuk bekerja sama untuk mengarustamakan hasil hasil KTT LB OKI di Jakarta ke dalam hasil KTT OKI di Istanbul 14-15 April 2016 yang akan datang. Pertemuam bilateral kedua Menlu menghasilkan 2 MoU yaitu mengenai bebas visa untuk paspor diplomatik dan servis, serta MoU mengenai kerja sama pendidikan diplomatik. (Kemenlu/A-147)***


Editor: Anwar Effendi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X