Senin, 24 Februari 2020

Putri Cristina Akan Diadili untuk Penggelapan Uang

- 11 Januari 2016, 07:43 WIB
SIDANG yang berlangsung di Palma, Majorca, disebut menjadi aib bagi keluarga kerajaan Spanyol.*

MADRID, (PRLM).- Putri Cristina dari Spanyol akan hadir di pengadilan atas tuduhan penggelapan uang - dia adalah anggota kerajaan pertama di negara tersebut yang akan disidang. Cristina dituduh atas persekongkolan dalam dugaan penggelapan yang melibatkan suaminya dan 16 terdakwa lain -semua menolak tuduhan tersebut. Putri Cristina (50) akan menghadapi ancaman penjara delapan tahun jika dinyatakan bersalah oleh majelis hakim yang terdiri atas tiga orang. Sidang yang berlangsung di Palma, Mallorca, disebut menjadi aib keluarga kerajaan. Pada Senin, saudari Raja Felipe ini akan menciptakan sejarah di hadapan jutaan penonton televisi di Spanyol saat dia menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang menghadapi tuntutan kriminal sejak restorasi monarki pada 1970an. Putri Cristina dituduh membantu penggelapan pajak, bersama suaminya Inaki Urdangarin. Yayasan olahraga non-proft Noos Institute milik Urdangarin dituduh menjadi kendaraan untuk memenangkan kontrak yang digelembungkan dari berbagai badan pemerintah, sebelum menyalurkannya ke rekening pribadi. Jumlah dana masyarakat yang dibayarkan ke Noos Institute mencapai €5,6 juta atau sekitar Rp 85 triliun lebih. Putri Cristina adalah anggota dewan yayasan tersebut dan, bersama Urdangarin, memiliki perusahaan real estat Aizoon, yang menurut jaksa digunakan untuk mencuci dana yang digelapkan. Kasus tersebut berawal sejak 2010 oleh seorang hakim yang menyelidiki korupsi di kalangan pejabat Kepulauan Balearic. Kasus ini menjadi simbol korupsi di kalangan elite Spanyol, termasuk keluarga kerajaan. Tahun lalu, Raja Felipe mencabut gelar Duquesa de Palma de Mallorca dari saudarinya itu, namun dia tetap berada di urutan keenam untuk naik takhta.(bbc/A-147)***


Editor: Anwar Effendi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X