Rencana Pembuangan Limbah Radioaktif Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Jepang, Ilmuwan Buka Suara

- 30 April 2021, 08:08 WIB
Bendera Jepang.
Bendera Jepang. /Pixabay/jorono

PIKIRAN RAKYAT – Usai berada di garis depan protes menuntut penghentian pembuangan limbah radioaktif terhadap Rusia, Jepang turut ambil langkah yang bertentangan.

Jepang mengumumkan keputusannya untuk melepaskan lebih dari satu juta ton air yang terkontaminasi dari pembangkit listrik tenaga nuklirnya yang rusak ke Samudra Pasifik.

Sementara itu, Greenpeace memperoleh rincian komunikasi antara pemerintah Rusia dan Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Hans Blix dari 3 Oktober 1993 yang menunjukkan Blix mengetahui rencana Moskow untuk membuang limbah nuklir cair ke Laut Timur.

Baca Juga: Ahli Virologi Indonesia: Belajar dari India, Patuhi Prokes Demi Hindari Tsunami Covid-19

Menurut Spesialis nuklir senior Greenpeace Asia Timur Shaun Burnie, pemerintah Jepang mengisyaratkan penentangannya dan menyetujui penerapan ketat dari Konvensi London Organisasi Maritim Internasional yang menjadi larangan permanen pembuangan nuklir di laut pada 1996.

Konvensi London telah menetapkan standar internasional untuk pembuangan limbah radioaktif dan industri di laut, serta dari kapal dan pesawat terbang.

Ketika Tokyo mengumumkan rencananya untuk melepaskan air yang terkontaminasi, dikatakan filter yang kuat akan menghilangkan semua isotop radioaktif kecuali tritium yang dikatakan tidak berbahaya bagi orang-orang dalam dosis kecil.

Baca Juga: AS Roma Dibalik oleh Man Utd di Europa League, Pelatih Tak Mau Disalahkan Soal Taktik

Sangat disayangkan sejumlah ilmuwan mendukung rencana Jepang untuk melepaskan lebih dari satu juta ton air yang terkontaminasi dengan alasan jika rencana tersebut telah diukur dan memiliki dampak lingkungan yang minimal.

Namun, para negara tetangga termasuk Korea, China, dan Rusia mengungkapkan keprihatinannya lantaran bahan radioaktif dengan jumlah sedikit pun dapat berbahaya bagi manusia jika terakumulasi di tubuh mereka dalam jangka panjang.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X