Korban Tewas Kian Bertambah Usai KTT, LSM Myanmar Sebut ASEAN Tak Halangi Kekejaman Junta Militer

- 26 April 2021, 14:36 WIB
Relawan palang merah Myanmar membawa seorang demonstran yang ditembak pasukan keamanan saat unjuk rasa anti-kudeta militer di Thingangyun, Yangon, Myanmar 14 Maret 2021 lalu. LSM Myanmar kembali catat penambahan korban tewas akibat kekerasa junta militer Myanmar terhadap warga sipil di negara itu usai pertemuan KTT ASEAN./
Relawan palang merah Myanmar membawa seorang demonstran yang ditembak pasukan keamanan saat unjuk rasa anti-kudeta militer di Thingangyun, Yangon, Myanmar 14 Maret 2021 lalu. LSM Myanmar kembali catat penambahan korban tewas akibat kekerasa junta militer Myanmar terhadap warga sipil di negara itu usai pertemuan KTT ASEAN./ /Reuters/Stringer

PIKIRAN RAKYAT - Krisis politik di Myanmar hingga kini masih berlangsung.

Terbaru, kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar melaporkan sebanyak 751 orang tewas dalam demonstrasi menentang kudeta militer sejak 1 Februari 2021 hingga 25 April 2021.

Dalam laporannya pada Minggu dini hari, Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) menyampaikan tambahan tiga korban tewas pada Sabtu dan didokumentasikan pada Minggu.

Baca Juga: Turki Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca hingga 21 Persen pada 2030

AAPP juga mencatat sebanyak 3.431 orang ditahan dan 79 orang di antaranya dijatuhi hukuman.

"Setelah pertemuan pemimpin ASEAN selesai, bahkan di hari yang sama, kelompok teroris melanggar martabat warga sipil, termasuk perempuan," kata AAPP dalam keterangannya seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency.

Pertemuan pemimpin ASEAN yang digelar di Jakarta pada Sabtu tersebut menghasilkan konsensus 5 poin, di mana salah satunya yakni penghentian kekerasan di Myanmar.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Lokasi Bentrokan, Warga Palestina Rayakan Kemenangan

Namun, AAPP berpandangan pernyataan ASEAN tersebut tidak menghalangi kekejaman pasukan junta militer terhadap warga sipil.

Pada Sabtu malam, di Mayangone Township, Yangon, AAPP mengatakan pasukan junta militer menangkap orang-orang yang memukul panci serta wajan dan melempar batu ke rumah yang menyuarakan protes dengan cara yang sama.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Anadolu Agency


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X