Eks Perwira Kapal Selam AS Sebut KRI Nanggala-402 Tidak Mungkin Bertahan

- 23 April 2021, 09:35 WIB
KRI Nanggala yang dinyatakan hilang kontak saat menyelam di Perairan Bali pada Rabu, 21 April 2021
KRI Nanggala yang dinyatakan hilang kontak saat menyelam di Perairan Bali pada Rabu, 21 April 2021 /Antara


PIKIRAN RAKYAT - Mantan perwira Angkatan Laut AS (US Navy), Bryan Clark turut memberikan sorotan terhadap kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Bali.

Bryan Clark menyebutkan kapal KRI Nanggala-402 tidak mungkin bertahan dengan kedalaman 2.000 kaki.

Menurutnya tenggelamnya KRI Nanggala-402 melebihi kapasitas maksimum kapal.

"Jika kapal selam diesel kecil seperti milik Indonesia tenggelam di kedalaman 2.000 kaki, itu tidak mungkin untuk bertahan karena kapal itu dalam keadaan melebihi kedalaman maksimum kapal," katanya, dikutip dari Business Insider, Jumat, 23 April 2021.

Baca Juga: Babak Akhir Kerusuhan di Mako Brimob Depok, Enam Teroris Dijatuhi Hukuman Mati

Pencarian kapal selam buatan Jerman itu tengah terus dilakukan mengingat batas oksigen akan habis pada Sabtu, 24 April 2021.

Sejauh ini, sejumlah negara menawarkan bantuan seperti Singapura, Australia, Jerman, Turki, Korea Selatan dan India.

Menurut laporan Associated Press, kapal penyelamat dari Malaysia dan Singapura akan tiba di perairan Bali antara Sabtu, 24 April hingga Senin, 26 April 2021.

Baca Juga: Rumah Tangganya Diduga Berantakan Karena Pakai Ilmu Hitam, Sule: Saya Masih Punya Tuhan!

Sementara itu, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan pihaknya mengirim Kapal Penyelamat Submergence Dalam Angkatan Laut India dan Angkatan Udara untuk melihat kemungkinan penyelamatan.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Business Insider


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X