Kondisi Kian Mencekam, Amnesty International Desak Indonesia Dorong Embargo Senjata ke Myanmar

- 10 April 2021, 14:43 WIB
ilustrasi/ Para Protes di Myanmar
ilustrasi/ Para Protes di Myanmar /Reuters

PIKIRAN RAKYAT - Kondisi kian tak terkendali di saat kudeta yang berujung protes semakin memanas di Myanmar, hingga menelan korban jiwa dan ratusan orang luka-luka.

Bahkan sudah tak tanggung-tanggung junta militer angkat senjata, dan letuskan tembakan di hadapan para pengunjuk rasa.

Terkait konflik yang terus berlangsung itu, Amnesty International Indonesia meminta pemerintah untuk mendorong embargo senjata kepada militer Myanmar.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, ia mengatakan bahwa desakan tersebut sebagai salah satu solusi penyelesaian krisis setelah kudeta oleh militer pada 1 Februari 2021.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Kabupaten Malang, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Baca Juga: Tiga Kebijakan yang Dikeluarkan Pemkot Bandung di Bulan Puasa Ramadan, Apa Saja?

“Sebagai anggota Dewan HAM PBB, kita berharap agar Indonesia menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk melakukan embargo senjata,” kata Usman dalam diskusi secara virtual, Jumat, 9 April 2021.

Dalam hal ini, Amnesty mendorong ASEAN mengirim utusan khusus ke Myanmar untuk berdiskusi dengan semua pihak.

Begitupun Lembaga tersebut juga mengharapkan ASEAN dapat memastikan bahwa, masyarakat Myanmar memiliki akses atas bantuan kemanusiaan.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Anadolu Agency


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X