Rusia Peringatkan Uni Eropa, Sanksi Myanmar Hanya akan Memicu Perang Saudara

- 7 April 2021, 07:30 WIB
Demonstran melakukan protes menentang kudeta di depan kedutaan Rusia di Yangon, Myanmar. /Dok. Reuters

PIKIRAN RAKYAT - Rusia memperingatkan Uni Eropa terkait sanksi yang diberikan pada Myanmar.

Dijelaskan, sanksi yang diberikan pada Junta Militer haya akan memicu perang saudara di Myanmar.

“Faktanya, garis seperti itu berkontribusi untuk mengadu domba pihak satu sama lain dan, pada akhirnya, mendorong rakyat Myanmar menuju konflik sipil skala penuh,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rusia sendiri merupakan pemasok senjata utama Myanmar.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Krisdayanti Jadi yang Pertama Tahu Kondisi Aurel Hermansyah hingga Ketakutan Ayu Ting Ting

Baca Juga: Man City vs Dortmund, Pep Guardiola Sebut Nama Erling Haaland Usai Menang di Liga Champions

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia sempat mengunjungi Myanmar saat Hari Bersenjata dan rupanya mendorong Junta yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, pada 1 Februari 2021.

Dilansir dari Reuters, kedatangan wamen Pertahanan Rusia menemui Jenderal Ming Aung Hlaing menuai kritikan dari aktivis hak asasi.

Kondisi Myanmar terus memanas, di mana pengunjuk rasa menyemprotkan cat merah ke jalanan di kota Yangon.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X