UEA Mendadak Marah pada Israel Usai 6 Bulan Berdamai, PM Netanyahu Jadi Penyebabnya

- 19 Maret 2021, 15:01 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu dan bendera Israel
PM Israel Benjamin Netanyahu dan bendera Israel /Instagram.com/@b.netanyahu

PIKIRAN RAKYAT - Uni Emirat Arab atau UEA merupakan negara Arab pertama yang mengambil langkah berani untuk berdamai dengan Israel pada September 2020 lalu.

Enam bulan berlalu, UEA dan Israel semakin mesra. Baru-baru ini, Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), Putra Mahkota Abu Dhabi mengucurkan dana investasi setara Rp143 Triliun untuk mengembangkan sektor-sektor strategis Israel.

Namun, UEA mendadak dikabarkan marah pada Israel. Bahkan, Pangeran MBZ membatalkan pertemuan khusus dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Abu Dhabi.

Pertemuan tingkat tinggi UEA dan Israel itu ternyata dibatalkan gara-gara kelakuan PM Benjamin Netanyahu. Padahal, bukan cuma Israel dan UEA yang akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Soal Sekolah Tatap Muka, Wagub DKI Riza Patria Sebut Dinkes Tengah Merumuskan Uji Coba

Baca Juga: Impor Beras Tercium Para Tengkulak, Bupati Karawang Sebut Petani Sudah Hadapi Masalah Lain

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Al Jazeera, pertemuan ini akan dihadiri pula oleh perwakilan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Arab yang telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, menyusul UEA.

Haaretz, surat kabar Israel menyebut pembatalan pertemuan tersebut disebabkan oleh kemarahan Putra Mahkota UEA pada tingkah PM Netanyahu yang 'memanfaatkan momen normalisasi untuk pemilu'.

Pangeran MBZ dari Uni Emirat Arab dikabarkan tidak puas, bahkan kecewa dengan tindakan PM Netanyahu mengklaim perdamaian UEA dengan Israel sebagai keberhasilan kepemimpinannya di Negara Yahudi itu.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X