Krisis Politik Kian Memanas, LSM Myanmar Catat 2.181 Orang Ditangkap Sejak Kudeta

- 18 Maret 2021, 07:21 WIB
Orang-orang memberi hormat tiga jari saat mereka mengambil bagian dalam protes malam anti-kudeta di persimpangan Hledan di Yangon, Myanmar, 14 Maret 2021 lalu./
Orang-orang memberi hormat tiga jari saat mereka mengambil bagian dalam protes malam anti-kudeta di persimpangan Hledan di Yangon, Myanmar, 14 Maret 2021 lalu./ /Reuters/Stringer

PIKIRAN RAKYAT - Krisis politik yang melanda Myanmar hingga kini masih berlangsung.

Krisis politik Myanmar diawali adanya perebutan kekuasaan secara paksa atau kudeta yang dilakukan militer terhadap pemerintahan sipil di negara itu.

Selain itu, militer Myanmar juga melakukan penahanan terhadap sejumlah pejabat tinggi sipil di negara itu salah satunya tokoh peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi.

Kudeta tersebut mendapatkan penolakan melalui unjuk rasa yang dilakukan warga sipil Myanmar.

Baca Juga: Update Covid-19 Dunia 18 Maret 2021: Jumlah Kasus Hampir Tembus 122 Juta Jiwa

Baca Juga: Pariwisata Dibuka Bertahap, Jokowi Targetkan Tiga Wilayah di Bali Bebas Covid-19 pada 2022

Namun, aksi unjuk rasa tersebut mendapatkan tindakan kekerasan dari tentara Myanmar hingga adanya penangkapan.

Terbaru, kelompok masyarakat sipil pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan pada Rabu, 17 Maret 2021 waktu setempat warga Myanmar yang tewas telah mencapai lebih dari 200 orang sejak kudeta militer 1 Februari lalu.

Data Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebutkan hingga Selasa malam, 202 orang telah tewas dengan tambahan 2 orang tewas dari data sehari sebelumnya.

Korban lebih lanjut akan ditambahkan saat dikonfirmasi.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Anadolu Agency


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X