Buntut Genosida Muslim Uighur, Uni Eropa Setuju Masukkan Pejabat China ke Daftar Hitam

- 17 Maret 2021, 18:00 WIB
Demonstran etnis Uighur ambil bagian dalam protes terhadap China, di Istanbul, Turki 1 Oktober 2020.
Demonstran etnis Uighur ambil bagian dalam protes terhadap China, di Istanbul, Turki 1 Oktober 2020. /Dok Reuters via Business Insider


PIKIRAN RAKYAT - Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, Uni Eropa pada Rabu, 17 Maret 2021 sepakat memasukkan pejabat China ke daftar hitam karena pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

Sanksi terhadap China itu menjadi yang pertama sejak embargo senjata Uni Eropa pada tahun 1989 menyusul tindakan keras di Lapangan Tiananmen.

Duta besar Uni Eropa menyetujui larangan perjalanan dan pembekuan aset pada empat individu China dan satu entitas, yang namanya tidak akan dipublikasikan sampai persetujuan resmi oleh menteri luar negeri Uni Eropa pada 22 Maret.

Baca Juga: Ancaman Banjir Hebat Intai Warga, Tanggul Darurat di Pebayuran Bekasi Amblas Lagi

Baca Juga: Ridwan Kamil: Semenjak Vaksinasi Angka Kasus Covid-19 Nakes Semakin Turun

"Langkah-langkah pembatasan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan pelanggaran yang diadopsi," kata seorang diplomat Uni Eropa, seperti dikutip dari Reuters.

Para diplomat Uni Eropa mengatakan pejabat China dituduh melakukan pelanggaran HAM terhadap minoritas Muslim Uighur China.

Mereka mengatakan langkah tersebut mencerminkan keprihatinan yang mendalam tentang Uighur di Eropa, Amerika Serikat dan Kanada.

Uni Eropa terakhir kali memberi sanksi kepada China pada Juni 1989, dengan memberlakukan embargo senjata terhadap Beijing yang masih berlaku.

Aktivis dan pakar hak asasi PBB mengatakan setidaknya 1 juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat Xinjiang yang terpencil.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X