Presiden Filipina Instruksikan Pembantaian Komunis: Lupakan HAM, Saya Siap Dipenjara

- 6 Maret 2021, 16:17 WIB
Potret Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Potret Presiden Filipina Rodrigo Duterte. /Reuters/Hoang Dinh Nam

Baca Juga: 11 Tahun Menikah dengan Suami Orang, Mayangsari Bersumpah Tak Pernah Minta Bambang Trihatmodjo Ceraikan Istri

Baca Juga: DPD Demokrat Papua Kompak Tolak Hasil KLB Deli Serdang: Kami Tetap Bersama AHY

Rodrigo Duterte menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keraguan untuk melakukan hal-hal yang memang harus dilakukan.

Dia juga memberikan pernyataan langsung yang ditujukan kepada para pemberontak komunis di Filipina.

“Kalian semua bandit, kalian tidak memiliki ideologi. Bahkan China dan Rusia, semua kapitalis sekarang,” kata Rodrigo Duterte.

Pada saat yang sama, dia juga menjanjikan pekerjaan, tempat tinggal, dan penghidupan bagi pemberontak komunis yang menyerah.

Perang terhadap pemberontakan komunis di Filipina telah terjadi sejak tahun 1968, dan merupakan salah satu pemberontakan Maoisme terlama di dunia.

“Kalian telah bertempur selama 53 tahun terakhir, dan sekarang saya sudah memiliki cicit, sementara kalian masih berjuang,” ujar Rodrigo Duterte.

Berdasarkan data dari pasukan militer, pemberontakan komunis telah merenggut lebih dari 30.000 nyawa selama 53 tahun terakhir.

Sejumlah Presiden Filipina pun telah berusaha, namun gagal mencapai kesepakatan damai dengan para pemberontak.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Aljazeera


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X