Presiden Filipina Instruksikan Pembantaian Komunis: Lupakan HAM, Saya Siap Dipenjara

- 6 Maret 2021, 16:17 WIB
Potret Presiden Filipina Rodrigo Duterte. /Reuters/Hoang Dinh Nam

PIKIRAN RAKYAT – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte memerintahkan pasukan militer dan polisi untuk ‘membantai’ kaum komunis di negara tersebut.

Dia menginstruksikan pasukan bersenjata Filipina untuk ‘menghabisi’ dan ‘membunuh’ seluruh pemberontak komunis.

Instruksi tersebut pun menimbulkan kekhawatiran akan adanya gelombang baru pertumpahan darah, yang sebelumnya terjadi saat pemberantasan narkoba.

Perintah pembantaian komunis tersebut disampaikan Rodrigo Duterte dalam pertemuan Pemerintah terkait penentangan komunisme.

 Baca Juga: 5 Zodiak yang Paling Mungkin Berselingkuh, Pisces Ada di Urutan Pertama

Baca Juga: Sama-sama 1.500 CC, Simak Perbedaan Mesin Honda City Hatchback dan Honda Jazz

“Saya telah memberi tahu militer dan polisi bahwa jika mereka bertempur dengan pemberontak komunis, bunuh mereka. Pastikan kalian benar-benar membunuh dan menghabisi mereka, jika masih hidup,” tuturnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Aljazeera, Sabtu, 6 Maret 2021.

Meski begitu, Rodrigo Duterte tetap mengingatkan agar pasukan yang menghabisi anggota komunis tersebut tetap menyerahkan jasad mereka ke keluarga masing-masing.

”Lupakan hak asasi manusia, itu perintah saya. Saya bersedia masuk penjara, itu bukan masalah,” ujarnya.

 Baca Juga: Bangga akan Pencapaian NASA, Joe Biden: Kami Bisa Sampai di Mars, Pandemi Ini Juga Bisa Kita Kalahkan

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Aljazeera


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X