Israel Real Gelontorkan Rp16,8 Miliar Beli Vaksin Covid-19 Hanya untuk Barter dengan Suriah

- 23 Februari 2021, 10:20 WIB
Agresi Israel Kembali Gempur Suriah dengan rudal sehingga tewaskan 1 orang dan membuat 3 orang tentara terluka /pixabay

PIKIRAN RAKYAT- Militer Suriah dilaporkan menahan seorang wanita Israel atas kejahatan tertentu. Berbagai cara dilakukan Israel untuk membebaskannya, namun kali ini langkah itu berhasil melalui kesepakatan pertukaran tahanan rahasia antara Israel, Suriah dan juga melibatkan Rusia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu minggu lalu menggunakan keterkaitan hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait penyediaan vaksin, untuk membantu memastikan kembalinya seorang wanita Israel berusia 23 tahun yang ditahan di Damaskus.

Israel membayar lebih dari 1 juta dolar atau sekitar Rp16,8 miliar untuk mendapatkan vaksin Covid-19, dana itu sebagai pembayaran vaksin Sputnik V ke Suriah. Ini juga sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan, namun tidak diketahui nilai itu setara berapa dosis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan cara tersebut untuk membebaskan rakyatnya yang ditahan di negara lain. Kali ini, Netanyahu menggunakan iming-iming vaksin Covid-19 sebagai alat tukar diplomatik.

Baca Juga: 'Termakan' Hoaks Pesan Berantai di WhatsApp, Seorang Ibu dan Anak Minum Urine Demi Tangkal Covid-19

Baca Juga: Ikatan Cinta 22 Februari 2021: Dijebloskan ke Penjara, Kedok Jahat Elsa Jadi Babak Akhir Kisah Andin dan Al?

Tetapi alih-alih pertukaran tahanan langsung terhadap dua tahanan Suriah, seperti yang pertama kali diungkapkan bahwa Israel sebenarnya membayar Rusia. Hal itu untuk mengirim vaksin Sputnik V ke Suriah dan memfasilitasi pertukaran, menurut The Times of Israel dan media Israel lainnya.

Netanyahu tetap tak menjelaskan hal itu, ketika ditanyai hari Sabtu tentang laporan tersebut, ia mengatakan bahwa tidak ada satu pun vaksin Israel yang dikirim ke Suriah. Akan tetapi, Netanyahu tidak menyinggung apapun terkait pembelian vaksin dari Rusia untuk diberikan kepada Suriah.

“Kami membawa kembali wanita itu. Saya senang kami melakukan ini. Saya berterima kasih kepada Presiden Putin karena kami dapat melakukan ini,” kata Netanyahu kepada wartawan, menurut Wall Street Journal.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: NY Post


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X