Protes Sekolah Ditutup, Sekte Yahudi Ultra-Ortodoks Israel Bentrok dengan Polisi

- 25 Januari 2021, 09:02 WIB
Bendera Israel. /Pixabay/edu_castro27

PIKIRAN RAKYAT- Demonstran ultra-Ortodoks bentrok dengan polisi Israel di dua kota besar, yakni terjadi di Yerusalem dan Ashdod, pada hari Minggu, 24 Januari 2021.

Bentrokan itu terjadi saat polisi berusaha menutup sekolah-sekolah agama yang telah dibuka, karena melanggar perintah pembatasan kegiatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di negara itu.

Dalam hal ini, pihak berwenang menghadapi kesulitan baru dalam menegakkan pembatasan virus Covid-19 di komunitas agama negara itu.

 Baca Juga: Catat, Mulai 5 Februari 2021 Penumpang Kereta Api Wajib Tes GeNose C19

Sepanjang pandemi, banyak sekte Yahudi ultra-Ortodoks besar telah melanggar peraturan keselamatan, dengan terus membuka sekolah, berdoa di sinagog, dan mengadakan pernikahan massal juga pemakaman.

Sebab hal itu telah berkontribusi pada tingkat infeksi yang tidak proporsional, dengan komunitas ultra-Ortodoks menyumbang lebih dari sepertiga kasus virus korona Israel. Meskipun hanya lebih dari 10 persen dari populasi.

Di Yerusalem, polisi menembakkan gas air mata dan air berbau busuk untuk membubarkan kerumunan ratusan penduduk ultra-Ortodoks di luar sekolah yang dibuka kembali.

 Baca Juga: Enam Tentara Mali Tewas dalam Serangan Kompleks dan Simultan di Afrika Barat

Demonstran berteriak ‘keluar dari sini, Nazi’ pada petugas yang merekam peserta. Di kota pesisir Ashdod, polisi bentrok dengan puluhan pengunjuk rasa di luar sekolah ultra-Ortodoks.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Al Jazeera


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X