Pascaserangan Bom Bunuh Diri, PM Irak Pecat 5 Anggota Intelijen dan Kepala Militer

- 24 Januari 2021, 07:34 WIB
ilustrasi ledakan bom./ /Unsplash/ @kingmaphotos

PIKIRAN RAKYAT - Konflik Timur Tengah merupakan salah satu isu yang selalu menjadi perhatian dunia, salah satunya adalah Irak.

Sebelumnya, terjadi bom bunuh diri di Ibu Kota Irak, Baghdad beberapa waktu lalu.

Serangan bom bunuh diri itu menewaskan 32 orang.

Baca Juga: BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Jawa Barat

Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa Al-Kadhimi pada Jumat, 23 Januari 2021 waktu setempat mengatakan bahwa secara langsung dirinya akan mengawasi reformasi untuk mengatasi 'tantangan' di badan intelijen negara itu setelah insiden serangan bom mematikan pada Kamis, 22 Januari 2021 lalu.

Hal itu diungkapkan dalam pertemuan mendesak dengan Menteri Pertahanan Juma Inad dan Menteri Dalam Negeri Othman Al-Ghanimi, bersama kepala keamanan setelah serangan di pasar di Baghdad yang menewaskan 32 orang tewas dan melukai 110 lainnya.

Dalam sebuah pernyataan, al-Kadhimi mengatakan pejabat yang tidak mampu melindungi warganya harus mundur dari posisinya.

Baca Juga: Update Covid-19 Dunia 24 Januari 2021: Total Kasus Hampir 100 Juta Jiwa

Dirinya mengatakan pemboman itu adalah 'pelanggaran' yang tidak akan dibiarkan terjadi lagi.

"Kami berjanji menjaga keamanan kepada rakyat kami dan pelanggaran ini merupakan indikasi bahwa ada cacat yang harus segera diatasi," katanya seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Anadolu Agency


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X