Pakar Menduga Vakumnya Sriwijaya Air SJ 182 Selama Pandemi Jadi Salah Satu Penyebab Jatuhnya Pesawat

- 14 Januari 2021, 11:25 WIB
Ilustrasi Pesawat Sriwijaya Air. Pakar sebut penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. /Flightradar24

PIKIRAN RAKYAT – Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu menambah daftar sejarah kelam penerbangan di Indonesia.

Pesawat tujuan Jakarta-Pontianak itu jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB.

Setidaknya ada 62 orang yang ada di dalam pesawat tersebut, yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru pesawat.

Baca Juga: Profil Syekh Ali Jaber, Usia 11 Tahun Sudah Hafal 30 Juz Al Quran

Menurut Kementerian Perhubungan Indonesia, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tersebut telah berada di hanggar selama nyaris setahun lantaran pandemi Covid-19 yang hampir melumpuhkan penerbangan komersial.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari laman The New York Times pada Kamis, 14 Januari 2021, efek jeda seperti itu mungkin terjadi pada Boeing 737-500 yang berusia 26 tahun.

Para ahli memperingatkan bahwa jatuhnya bisnis perjalanan udara yang terus menerus dapat menimbulkan potensi risiko keselamatan dari pesawat yang tidak berfungsi.

Baca Juga: Tiga Pekan Dipasangi Ventilator, Syekh Ali Jaber Meninggal di Usia 44 Tahun

“Ada masalah besar yang mulai muncul dalam hal pemulihan pesawat, ini karena saat tidak digunakan selama sembilan atau 10 bulan, mereka harus tetap beroperasi, jika tidak akan memburuk,” ujar Hugh Ritchie, Kepala Eksekutif Aviation Analaysts Internasional, sebuah perusahaan konsultan keamanan udara Australia.

Halaman:

Editor: Nopsi Marga

Sumber: The New York Times


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X