Vaksinasi Indonesia Dimulai, Malaysia akan Pelajari Data Uji Klinis Vaksin Sinovac Sebelum Disetujui

- 13 Januari 2021, 18:22 WIB
Bendera Malaysia. /Pixabay/Engin_Akyurt


PIKIRAN RAKYAT -  Malaysia hanya akan melanjutkan pengadaan vaksin Covid-19 Sinovac Biotech China jika memenuhi standar keamanan dan kemanjuran regulator lokal.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin.

Di Brasil ada kekhawatiran atas vaksin Sinovac, setelah uji klinis menemukan bahwa vaksin itu hanya efektif 50,4 persen dalam mencegah infeksi simptomatik.

Baca Juga: Gubernur dan Wagub NTT Masih Dikarantina, Sekda Pastikan Pemerintahan Normal

Temuan itu dirilis tepat ketika Indonesia meluncurkan salah satu kampanye vaksinasi Covid-19 terbesar di dunia pada pada Rabu, 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo menjadi orang yang pertama diinokulasi dengan vaksin CoronaVac dari Sinovac.

Menteri Malaysia, Khairy menyebutkan negaranya pertama-tama akan meninjau dulu data klinis vaksin Sinovac sebelum diputuskan setuju.

"Jika kami tidak puas dengan keamanan dan kemanjuran, kami tidak akan melakukan pengadaan (vaksin)," kata Khairy di akun Twitternya, seperti dilansir Pikiran-rakyat.com dari Reuters.

Baca Juga: Dana Kelolaan Haji Naik 15 Persen Jadi Rp143,1 Triliun

Pada Selasa, 12 Januari 2020, perusahaan Pharmaniaga Bhd dari Malaysia menandatangani kesepakatan dengan Sinovac untuk membeli 14 juta dosis vaksin Covid-19 dan kemudian memproduksinya di dalam negeri.

Malaysia juga sedang dalam pembicaraan dengan produsen China lainnya, CanSino Biologics, dan Institut Gamaleya Rusia, pembuat vaksin Sputnik V, untuk mengamankan total 23,9 juta dosis vaksin Covid-19.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X