Dinilai Berisi Penuh Hasutan, Kelompok Hak Sipil AS Tuntut YouTube Tutup Akun Milik Donald Trump

- 13 Januari 2021, 15:01 WIB
Youtube. /Pixabay/Mizter X94

PIKIRAN RAKYAT- Baru-baru Kelompok hak sipil Amerika Serikat (AS) merencanakan boikot pengiklan terhadap YouTube Alphabet.

Hal itu akan dilakukan jika pihak YouTube tidak menghapus saluran atau channel milik Presiden Donald Trump, kata kelompok itu kepada Reuters, Rabu, 13 Januari 2021.

Jim Steyer, salah satu penyelenggara kampanye ‘Stop Hate for Profit’ sebelumnya telah menyebabkan lebih dari 1.000 pengiklan memboikot Facebook pada bulan Juli lalu, ia mengatakan kelompok tersebut menuntut YouTube untuk menghapus saluran milik Trump yang telag terverifikasi dengan 2,76 juta subscribe.

Baca Juga: Jasadnya Berhasil Diidentifikasi, Okky Bisma Pramugara Sriwijaya SJ 182 Besok Akan Dimakamkan

Dalam hal ini, pihak YouTube mengatakan sebelumnya pada Selasa, 12 Januari 2021 malam, bahwa perusahaan tersebut telah menghapus konten baru yang diunggah ke saluran Presiden Donald Trump.

Hal itu dilakukan karena dinilai telah melanggar kebijakan dengan konten yang cenderung memiliki unsur menghasut kekerasan, dan melarang unggahan konten baru selama minimal tujuh hari, meskipun penangguhan dapat diperpanjang.

Kendati demikian, pihak YouTube juga menggambarkan bahwa tindakannya sebagai teguran pertama.

Baca Juga: Profil Listyo Sigit Prabowo, Calon Tunggal Kapolri yang Ditunjuk Presiden Jokowi

Berdasarkan kebijakannya, saluran akan dilarang secara permanen jika menimbulkan tiga kali teguran.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X