Bersitegang dengan Iran, Israel Terima Kapal Perang Paling Canggih Buatan Jerman

- 3 Desember 2020, 09:11 WIB
Ilustrasi kapal perang /Pixabay/RGP


PIKIRAN RAKYAT - Israel menerima kapal satu perang paling canggih pada Rabu, 2 Desember 2020. Negara Yahudi itu menggambar kapal buatan Jerman tersebut dijuluki 'Shield' sebagai benteng perlengkapan gas Mediterania.

Kapal perang canggih bernama Korvet Saar-6 diterima Israel terjadi di saat adanya ketegangan dengan Iran yang semakin panas usai pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari Reuters, Korvet Saar-6 berlabuh di pelabuhan Haifa, dan tiga dari model yang sama juga menyusul tahun depan. Penerimaan ini akan menambah jumlah kapal rudal menjadi 15 yang dikerahkan oleh angkatan laut Israel yang melakukan misi sejauh Laut Merah dan Teluk.

Baca Juga: Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh, Israel: Dunia Harus Berterima Kasih kepada Kami

Israel juga ingin melindungi ladang gas alam lepas pantai dekat Lebanon, sebagai musuh lama yang sejauh ini tidak membuahkan hasil dalam pembicaraan perbatasan maritim yang ditengahi Amerika Serikat.

"Penemuan ladang gas di lepas pantai Israel yang disambut baik membuat perlu untuk membuat rencana yang akan memberikan tempat pelindung," kata Presiden Israel Reuven Rivlin pada upacara di pelabuhan Haifa.

Angkatan Laut Israel melihat ancaman terhadap rig gas dari gerilyawan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran. Ini dilakukan terutama setelah Iran bersumpah membalas pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh. Badan intelijen Israel, Mossad dituduh sebagai dalang pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Ilmuwan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh Disebut Sudah Lama Diincar Pasukan Khusus Israel Mossad

"Iran sedang mencari target 'prestise' seperti ini, yang dapat terkena dengan korban yang sedikit, yang berarti mereka mungkin berharap - lebih sedikit kesempatan untuk eskalasi," kata seorang pejabat keamanan Israel.

"Pertanyaannya adalah apakah Hizbullah akan menyerang sekarang," ujarnya menanyakan.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X