Khawatir Cemari Air dan Tanah, Pemakaman Warga Muslim di Jepang Ditentang Keras Penduduk Setempat

- 29 November 2020, 13:10 WIB
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19. /Pikiran-rakyat.com/Armin Abdul Jabbar


PIKIRAN RAKYAT
- Rencana Komunitas Muslim Beppu untuk membuka pemakaman baru di wilayah Kyushu, Jepang mendapat tentangan keras dari penduduk setempat.

Hukum agama Islam dengan tegas melarang kremasi dan mewajibkan jenazah Muslim untuk dimakamkan dengan tradisi Islam.

Di Jepang, di mana sebagian besar orang dikremasi, hanya sejumlah kecil kuburan yang menawarkan tempat pemakaman yang layak bagi populasi Muslim yang terus bertambah.

Baca Juga: Ramai Negara Muslim Berdamai dengan Israel, Palestina Justru Dibantu Negara Barat Nyaris Rp1 Triliun

Warga Muslim Jepang banyak di Hokkaido dan wilayah Kanto, tetapi pemakaman tidak ada di Kyushu.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari Japan Times, Minggu, 29 November 2020, Komunitas Muslim Beppu di Prefektur Oita adalah satu-satunya yang menerima pemakaman Muslim di Kyushu, tetapi saat ini telah kehabisan lahan makam.

Dikarenakan di wilayah Kyushu akan kehabisan ruang untuk pemakaman di masa depan, komunitas muslim mulai mencari tanah kosong di dekatnya lebih dari 10 tahun yang lalu.

Baca Juga: Usai Berdamai dengan Israel, Uni Emirat Arab Dikabarkan Setop Visa untuk 12 Negara Muslim

Pemakaman jenazah muslim dikhawatirkan cemari air dan tanah

Di bulan Agustus lalu, sekitar 100 penduduk  di dua distrik lokal mengajukan petisi kepada walikota dan majelis kota yang menentang rencana pembangunan pemakaman muslim.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Japan Times


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X