Turki Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup kepada Ratusan Terdakwa Percobaan Kudeta Tahun 2016

- 26 November 2020, 21:20 WIB
Bendera Turki /Pixabay/Sevgi001461


PIKIRAN RAKYAT -
  Pada Kamis, 26 November 2020, pengadilan Turki menjatuhkan puluhan hukuman seumur hidup kepada beberapa dari hampir 500 terdakwa, termasuk komandan dan pilot militer, yang dituduh memimpin upaya kudeta tahun 2016 dari sebuah pangkalan udara dekat ibu kota Ankara.

Pada Juli 2016 silam, lebih dari 250 orang tewas saat tentara menguasai pesawat tempur, helikopter dan tank. Mereka berusaha mengambil kendali lembaga negara dan menggulingkan pemerintahan Presiden Tayyip Erdogan.

Pengadilan tersebut merupakan profil tertinggi dari lusinan kasus pengadilan yang mengincar ribuan orang dan dituduh terlibat dalam upaya kudeta.

Baca Juga: Trump Manfaatkan Kekuasaannya untuk Gulingkan Kemenangan Biden, Ahli: Percobaan Kudeta

Upaya kudeta itu dituduhkan kepada pendukung pengkhotbah Muslim bernama Fethullah Gulen yang berbasis di Amerika Serikat, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari Reuters.

Mantan komandan angkatan udara Akin Ozturk dan bersama yang lainnya di pangkalan udara Akinci dekat Ankara dituduh mengarahkan kudeta dan membom gedung-gedung pemerintah, termasuk parlemen, dan berusaha membunuh Erdogan.

Empat pemimpin kelompok, yang dijuluki "imam sipil" karena hubungannya dengan jaringan Gulen, dijatuhi 79 hukuman seumur hidup karena tuduhan mencoba membunuh presiden, dan berusaha menggulingkan tatanan konstitusional.

Baca Juga: Menlu Pompeo Sebut AS dan Eropa Perlu Kerja Sama untuk Mengatasi Turki

Selain itu, pilot pesawat tempur F-16 juga termasuk di antara mereka yang diberi hukuman seumur hidup dan tidak ada kemungkinan pembebasan bersyarat.

Kepala militer Turki saat itu Hulusi Akar dan komandan lainnya ditahan selama beberapa jam di pangkalan pada malam kudeta. Sebanyak 475 orang diadili, 365 di antaranya dalam tahanan.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X