Pestapora 2022, Tiga Hari Dimanja Eargasm

- 24 September 2022, 14:06 WIB

PIKIRAN RAKYAT - Di jagat maya, 24-25 September 2022, tiba-tiba muncul unggahan yang menyebut kawasan Puncak, Bogor jauh lebih sepi dari biasanya.

Setelah ditelisik, ternyata banyak gigs di Jakarta dan sekitarnya yang diduga membuat warga Jakarta memilih tidak menyeberang keluar batas wilayah.

Sampai-sampai, warganet berkelakar bahwa solusi terbaik menghilangkan macet di Puncak saat akhir pekan adalah membuat banyak gigs di Jakarta.

Di Sentul International Convention Centre Bogor, Sabtu, 24 September 2022. Westlife juga manggung. Sementara di ICE BSD Tangerang Selatan, SEVENTEEN menggelar konser pada tanggal yang sama.

Di Gambir Expo Kemayoran, dihelat Festival bertajuk Pestapora selama tiga hari, 23-25 September 2022. Di GBK Sports Complex Senayan, pada tiga hari yang sama, digelar We The Fest.

Di Pestapora, ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan aksi para musisi dan berbagai atraksi. Bahkan jumlah pengunjung Pestapora bisa jadi jauh lebih banyak seumpama tanggal acara tidak berbarengan dengan We The Fest mengingat segmen penontonnya beririsan. Massa tidak terbagi ke dua lokasi.

Meski begitu, Pestapora tetap berlangsung meriah. Sangat logis, karena festival musik dengan 100 lebih musisi lintas genre sudah dua tahun lebih tidak digelar.

Adalah Kiki Aulia Ucup selaku Direktur Boss Creator, mastermind di balik Pestapora. Dia yang pernah sukses di Synchronize menjadi jaminan Pestapora jadi hajatan yang sedemikian apik. Hal itu bisa mudah dinilai dari mengamati penanganan massa di arena hingga penyusunan rundown.

Selalu, dilema ketika datang ke festival musik adalah memilih siapa saja musisi yang akan ditonton. Terlebih, jika jumlah panggungnya banyak seperti Pestapora.

Dengan rundown acara yang sudah diumumkan jauh-jauh hari, penonton sejatinya bisa menyusun rencana. Namun, semua bisa berubah saat sudah berada di arena.

Memilih berdiri di depan panggung yang mana, jadi sulit. Biasanya musisi yang karyanya sesuai dengan selera seseorang, tampil dalam waktu berdekatan bahkan berbarengan.

Akan tetapi dari sudut pandang fotografer dan videografer yang mencoba mendokumentasikannya dalam bambar, bisa dikatakan, Kiki Aulia Ucup mengatur rundown secara cekatan agar keanekaragaman corak musik bisa direkam utuh. Pengalaman menonton jadi lebih paripurna.

Revisi rundown bahkan dilakukan hingga dua hari menjelang pagelaran. Sehingga, 7 panggung berbeda di Pestapora tetap punya massa. Arus pergerakan manusia juga diperhatikan saksama. Musisi yang biasanya jadi headliner tidak melulu muncul menjelang tengah malam.

Jika harus menyebut sejumlah musisi yang naik pentas, beberapa di antaranya yaitu: The Adams, Slank, Raisa, Kunto Aji, Inul Daratista, Efek Rumah Kaca, Armada, The Panturas, Seringai, Pas Band, Navicula, Nasida Ria, Nadin Amizah, Melancholic Bitch, Komunal, Kangen Band, JKT48, Jason Ranti, Ipang Lazuardi, Diskopantera, Danilla, D'masiv, Tulus Tribute Koes Plus: Vincent Desta Endah N Rhesa, Tipe X, The Upstairs, Sal Priadi, Oomleo Berkaraoke Lagu Anak, Ndarboy Genk, Monkey To Millionaire, Mocca, Kotak, King Nassar.

Kendati begitu, ada beberapa catatan seperti jadwal yang mendadak berubah. Sejumlah musisi tampil lebih awal dari jam yang sudah ditetapkan agar acara selesai sebelum tanggal di kalender berganti. Jarak antarpanggung masih terlalu dekat sehingga tambarakan suara dirasa sedikit mengganggu, meski memang begitulah Gambir Expo. 

Tahun depan, jika kembali dihelat, Pestapora agaknya akan jadi festival musik yang punya pengaruh kuat.***

Images Lainnya

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x