Rohingya-Indonesia, Kemanusiaanlah yang Menjadikan Manusia Mulia

- 18 Februari 2021, 14:57 WIB

Rabu 24 Juni 2020 malam, 94 pengungsi Rohingya dari negara bagian Rakhine, Myanmar terombang-ambing sekira 6 mil dari Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Rombongan pengungsi yang terdiri atas 15 laki-laki, 49 perempuan dan 30 anak-anak itu dievakuasi paksa nelayan dari tengah laut dengan kondisi kapal rusak, belasan orang sakit, serta haus dan kelaparan. Isak tangis pecah saat mereka diselamatkan. Rombongan itu merupakan sebagian kecil dari ratusan pengungsi etnis Rohingya yang telah datang sebelumnya. Para pengungsi yang mayoritas perempuan dan anak-anak itu berharap ada secercah harapan mendapat perlindungan dan kehidupan yang lebih baik. Bagi Pemerintah Indonesia, keputusan menerima pengungsi Rohingya adalah langkah dilematis, seperti memiliki dua sisi mata pisau. Satu sisi mengetuk hati nurani dan mempertaruhkan rasa kemanusiaan. Di sisi lain, ada pandemi Covid-19 yang merambah hampir semua negara. Mayoritas pengungsi itu memiliki kartu dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang berarti mereka telah resmi berstatus pengungsi dan mendapatkan hak internasional perlindungan di bawah UNHCR. Pemerintah Daerah dibantu sejumlah lembaga dalam dan luar negeri menyediakan tempat hunian layak, sandang dan pangan, sarana ibadah, serta layanan kesehatan. Sementara untuk anak-anak, disediakan layanan psikososial. Tidak hanya itu, para pengungsi mendapat berbagai pelatihan seperti menjahit, merajut, tata rias, bermain musik, hingga bercocok tanam dengan harapan memiliki keahlian, dapat hidup mandiri, dan menata kehidupan mereka setelah meninggalkan Aceh. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan tegas menyatakan, atas dasar kemanusiaan, Indonesia memutuskan menerima sementara pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Aceh. Kendati demikian, Indonesia tetap memprioritaskan pemulangan para etnis Rohingya ke Rakhine dengan selamat. Oleh sebab itu, ia berharap suasana di Rakhine bisa segera kondusif agar penderitaan etnis Rohingya bisa segera selesai. (Antara/Rahmad)***

Komentar

Images Lainnya

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X