Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 29.6 ° C

Robot Chihira Semakin Mirip Manusia

Anwar Effendi
SIAPA sangka si cantik ini merupakan robot.*
SIAPA sangka si cantik ini merupakan robot.*
BERLIN, (PRLM).- Toshiba sudah menunjukkan robot Chihira generasi terbarunya dalam sebuah pameran industri di Berlin.

Mesin tersebut - yang dirancang semakin mirip dengan manusia - memiliki kemampuan berbahasa Jerman.

Perusahaan tersebut juga menyatakan pada BBC bahwa mereka sudah meningkatkan sistem pengendali yang membuat gerakannya lebih halus.

Meski begitu, seorang pakar menyatakan bahwa penampilan yang realistis tersebut mungkin tak cocok bagi warga Barat.

Profesor Noel Sharkey - seorang ahli robotik dari University of Sheffield - mengatakan bahwa mesin tersebut masih tergolong "aneh" karena banyak orang yang makin merasa tak nyaman karena robot tampil makin mirip seperti manusia.

Robot Chihira Kanae dibawa ke pameran bisnis pariwisata ITB untuk menunjukkan bagaimana produk ini bisa berguna bagi industri tersebut.

Mesin tersebut dipasang di meja informasi untuk menanggapi pertanyaan verbal pengunjung tentang konferensi tersebut.

"Kami sudah memperbaiki program dan perangkat keras untuk (memperbaiki) sistem tekanan udara," kata Hitoshi Tokuda, direktur pusat penelitian dan pengembangan Toshiba.

"Jika tekanan udaranya tidak stabil, gerakannya terpengaruh getaran. Maka, jika aliran udara lebih terkendali, maka gerakannya menjadi lebih halus," ujarnya.

Seperti pendahulunya, Chihira Kanae juga bisa memahami dan merespons permintaan dalam bahasa Inggris, Jepang dan Cina, selain juga menggunakan bahasa isyarat.

Menurut Tokuda, selain untuk pekerjaan di sektor pariwisata dan layanan jasa, Chihira Kanae akan digunakan untuk bekerja di sektor kesehatan merawat warga jompo.

Robot pendahulunya, Chihira Junko sudah lebih dulu digunakan sebagai petugas informasi di pusat perbelanjaan di Tokyo.

"Untuk ukuran robot, memang sangat bagus tapi masih agak terlihat seperti pembunuh psikopat," katanya.

Menurutnya ada perbedaan budaya dan penilaian tentang bagaimana seharusnya penampilan robot.

"Dalam survei antara Jepang dan Amerika Serikat, tampaknya orang Jepang sangat ingin robot terlihat tak berbeda daripada manusia, sementara di AS dan Barat secara umum, orang lebih ingin merasa bahwa mereka sedang berhadapan dengan robot," pungkasnya.(bbc/A-147)***
Bagikan: