Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Pohon yang Benar-Benar Bisa Berjalan 20 Meter Setahun

Dikdo Maruto
QUITO, (PRLM).- Perlu waktu seharian untuk bepergian dari ibu kota Ekuador menuju jantung hutan lindung Sumaco Biosphere yang disokong Badan PBB, UNESCO, 100 km arah tenggara Quito.

Perjalanan itu mencakup tiga jam berkendara mobil ke pinggir hutan serta tujuh hingga 15 jam ke tengah hutan menggunakan perahu, keledai, dan berjalan kaki di jalan nan curam dan berlumpur. Namun, segala jerih payah terbayar ketika kami tiba di tengah hutan yang menampung pohon palem berjalan.

Seperti mahkluk Ent dalam kisah Lord of the Rings karya JRR Tolkien, pohon-pohon ini benar-benar bisa bergerak melintasi hutan karena pertumbuhan akar-akar baru perlahan memindahkan batang pohon sejauh dua atau tiga centimeter per hari.

“Saat tanah hancur, akar pohon tumbuh dan mencari tanah baru yang lebih solid, kadang sejauh 20 meter,” kata Peter Vrsansky, ahli palaeobiologi dari Institut Sains Bumi dari Akademi Sains Slowakia di Bratislava.

“Lalu, secara perlahan, saat akar-akar berada di tanah baru dan pohon melengkung menuju akar baru, akar yang lama pelan-pelan terangkat ke permukaan. Proses bagi pohon untuk berpindah ke tempat baru dengan sinar matahari yang lebih banyak dan tanah yang solid bisa memakan dua tahun,” lanjut Vrsansky.

Vrsansky yang ditemani pemandu lokal sekaligus ahli konvservasi, Thierry García, telah menghabiskan beberapa bulan terakhir hidup di hutan sembari membuat dokumentasi ancaman yang membahayakan keajaiban biologi di hutan tersebut.

“Selama penyelidikan, kami menemukan air terjun setinggi 30 meter yang belum pernah diabadikan, dua spesies vertebrata baru (seekor kadal dan katak) dan kami diserang sekawanan kera besar. Mereka menimpuki segala benda ke arah kami, termasuk ranting kering sepanjang 6 meter serta kotoran dan urin mereka,” ujar Vrsansky.

Pengalaman itu begitu menantang mengingat mereka juga harus mencari makanan di hutan dan bertahan dari kondisi sulit. Menurut Vrsansky, dirinya kehilangan bobot sekitar 10 kg dalam sepekan.

Namun, lepas dari kesukaran yang dia alami, Vrsanski mengaku sangat gembira saat dia menemukan lebih dari 150 spesies kecoak di sebuah tempat. Spesies-spesies yang dia temukan jauh lebih banyak dari gabungan semua spesies kecoak di Eropa.

Semua kecoak tersebut memiliki warna yang berbeda, bahkan beberapa di antaranya dapat menyala terang di dalam gelap. Ada pula spesies yang memiliki kemampuan kamuflase sehingga sulit dibedakan dengan daun-daun di sekitar. (bbc/A-88)***
Bagikan: