Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Berawan, 20.8 ° C

7 Tempat Makan di Jalan Progo Bandung, Sajikan Aneka Dessert Sampai Masakan Berbagai Negara

Tim Pikiran Rakyat
SUASANA Jalan Progo, Kota Bandung.*/DEDEN IMAN
SUASANA Jalan Progo, Kota Bandung.*/DEDEN IMAN

ORANG bilang, tak lengkap rasanya kalau jalan-jalan ke Bandung di akhir pekan, tidak mampir untuk menyantap sajian kulinernya. Makan bersama kerabat atau keluarga, kunyah-kunyah camilan sambil minum teh atau kopi, hingga membawa buah tangan dari kota kembang.

Jalan Progo, bisa jadi salah satu destinasi pekan ini. Letaknya tidak jauh dari Gedung Sate Bandung, dan bisa diakses dari Jalan Banda, Jalan Riau atau LL RE Martanegara, juga dari Jalan Cimanuk. Di sini ada kafe, restoran, dan tempat beli oleh-oleh khas yang bukan hanya ramai. Tapi punya jaminan rasa, lezat, dan mengenyangkan.

Berikut ini rangkuman ulasan Tim Pikiran Rakyat tentang kuliner di Jalan Progo Bandung.

1. Mom's Bakery

Tempat ini menyajikan aneka roti. Cicip deh, roti lapis di sini. Ada pilihan croissant, ciabatta, soft atau rustic baguette, sourdough, dan country bread, untuk pelapisnya. Isiannya juga bisa dipilih sesuai keinginan, seperti ayam atau sapi panggang, salmon atau sapi asap, shitake teriyaki, dan tuna. Digabung dengan berbagai varian sayuran seperti selada, tomat, ketimun, bawang, jamur, coriander, olive, jalapeno, paprika, hingga irisan keju dan telur rebus.

Kayu manis (cinnamon) juga menyeruak dari setiap roti yang disajikan. 

ROTI lapis/Instagram momsbakeryindonesia

”Ketika ada campur tangan cinnamon dalam racikan yang pas, rasanya menjadi unik. Kita bisa merasa comfort and feeling homey, karena rasanya yang earthy, juga wangi. Dalam ­cinnamon, ada rasa spesifik semacam soft spice, tapi tidak seperti rasa cengkih yang begitu ­tajam,” tutur  Pemilik Mom's Artisan Bakery Fransiska Indriana.

Cinnamon roll merupakan favorit banyak orang jika sudah menyangkut makanan yang menggunakan kayu manis sebagai bahan utama­nya. Roti sejenis bolu gulung ini memilili tekstur yang sedikit crispy.

2. Qahwa

Cukup sulit untuk menemukan restoran atau tempat makan yang khusus menyaji­kan makanan khas Timur Tengah di Kota Bandung. Salah satu yang cukup dikenal adalah Qahwa Resto di Jalan Progo Nomor 1 Bandung yang memang khusus menyaji­kan masakan negeri 1001 malam.

Secara umum, kuliner Timur Tengah di sini, memiliki rasa yang kuat dari penggunaan rempah-rempah khas Medi­terania. Sebagian menu yang ditawarkan menggunakan daging kam­bing sebagai bahan utama.

Misalnya shorbat magadim, semacam sup yang menggunakan daging kambing bagian lutut. Lalu sambusak djubna tak beda jauh dengan lumpia. Jika isian lumpia adalah sayuran, maka sambosak biasanya daging kambing. Khusus untuk sambusak djubna yang kami pesan isiannya adalah keju mozarella yang jika disantap selagi hangat masih terdapat lelehan kejunya.

Lalu ada madhbi with bread serta kabsa laham. Keduanya menggunakan daging kambing bagian punggung. Madhbi adalah daging kambing yang dipanggang bersama madu dan ditaburi merica hitam. Saat disajikan, madhbi bisa disantap dengan roti canai (semacam tortilla) dan dicelup dengan saus wijen yang dikenal dengan nama tahini.
Makanan Mediterania/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Sebagai penutup, kami memilih maryam bread with curry dan oum ali. Menu maryam bread atau roti maryam sudah tak asing di Bandung. Roti ini tak beda jauh dengan kulit lumpia, tortilla, atau roti canai. Masyarakat Timur Tengah rupanya tergila-gila pada rempah sehingga pada makanan penutup pun, kuah kari yang dipilih. Rasa agak berbeda datang dari oum ali. Menu ini layaknya puding susu dengan puff pastry dan topping buah-buahan.

Tak lengkap jika tak mencicipi minuman khas Timur Tengah. Kami memesan ghawa turki dan shay adane untuk menutup pe­tualangan kuliner mediterania kali ini. Ghawa turki benar-benar kopi dengan cita rasa timur tengah yang kuat. Begitu pula shay adane yang tak lain adalah teh susu yang diberi racikan rempah-rempah seperti cloves dan kayu manis. Baik gha­­wa turki dan shay adane mengguna­kan cardamoms sebagai penguat rasa spesialnya.

3. Ngorea Bistro

Korea Selatan punya sajian kue dari beras yang sangat banyak jumlahnya. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 300 varian tteok alias kue dari beras. Namun, ada tujuh yang paling populer hingga ke mancanegara, yakni tteokbokki, gyeongdan, songpyeon, sirutteok, injeolmi, hwajeon, dan bukkumi.

Seiring dengan semakin populernya kebudayaan Korea di Indonesia, diikuti dengan menjamurnya tempat makan yang menyediakan hidangan asli negeri ginseng tersebut. Selain makanan berat, juga jajanannya. Salah satu kue beras yang banyak dijual adalah tteokbokki.

Makanan Korea./Instagram ngorea_bistro

Makanan itu terbuat dari tepung beras kukus yang ditumbuk hingga kenyal serta dibentuk seperti batang. Orang Korea Selatan menyebutnya garaetteok, bentuknya silinder dan kenyal. Untuk membuat dukbokki, garaetteok biasa dipotong serupa silinder pendek 5 cm atau melintang, lalu direbus bersama pasta cabai, sayuran (daun bawang, wortel dan sawi), telur, dan mi. Penganan berwarna merah itu cocok dinikmati panas-panas saat udara mulai dingin.

Di Ngorea Bistro, Jalan Progo, Kota bandung, ada saus lain yang bisa dipilih untuk menikmati kue beras dari Korea. Menunya adalah carbonara tteokbokki. Potongan tteokbokki yang kenyal dan gurih berpadu dengan saus carbonara gurih. Dilengkapi dengan cincang daging sapi dan jamur, serasa tengah mema­dukan hidangan pasta Italia dengan kue beras dari Korea.

4. Shabu Kojo

Penggemar kuliner Jepang pasti akan bersorak ketika disodorkan pilih­an makanan all you can eat berupa shabu-shabu dan yakiniku. Betapa tidak, dengan membayar satu kali, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai jenis makanan dan minuman dengan bebas. 

Begitu mendapatkan meja, di Shabu Kojo, Jalan Progo, pramusaji segera menawarkan empat pilihan paket. 

Berapa yang harus kita bayar untuk sebuah paket, ditentukan dari daging yang di­pilih. Basic savory, special tender, hingga special wagyu, dan premium wagyu bisa menjadi pilihan.

Setelah menjatuhkan pilihan paket, kami harus memutuskan langkah berikutnya, yaitu memutuskan jenis kuah sup yang yang akan disantap. Ada lima varian yang bisa dipilih, terbagi menjadi tiga macam. 

ANEKA sushi/Instagram shabukojo

Pilihannya, yaitu light (japanese konbu dan miso), medium (original chicken dan soba), serta strong (tomyam). 

Secara umum, dibandingkan dengan tempat sejenis, daging panggang ala Shabu Kojo punya cita rasa paling ”nendang”. Udang yang ditusuk ala sate, juga memudahkan tamu dalam proses menyantap. 

Jika ingin menyantap shabu-shabu dan yakiniku dengan nasi, jangan khawatir! Ada nasi jepang yang sangat gurih, enak, dan mengenyangkan. Dessert di Shabu Kojo juga meninggalkan penga­laman bersantap tak terlupakan. Selain es putar dan es krim beraneka rasa, ada pula sajian ketan hitam dan kacang hijau dengan santan terpisah.

Oishii! 

5. Hummingbird Eatery

Kami mencoba 2 dari 11 menu waffle yang ditawarkan kafe yang berlokasi di Jalan Progo, Bandung ini. Yang pertama adalah margarita waffle yakni waffle manis dengan mango coulis (sejenis pasta mangga), irisan buah persik, taburan kue kering, serta es krim. Dengan tekstur re­nyah, rasa segar muncul dari mango coulis dan menjadi lebih meriah dengan ­kunyahan cookie crumbles.

BELGIAN waffle/Instagram hummingbird_eatery

Menu kedua adalah bananarama waffle, yakni waffle manis dengan topping pisang yang di-sautee dengan karamel, saus cokelat kental, salted karamel, es krim vanilla yang ditaburi kacang almond. Selain manis, waffle ini terasa gurih dengan salted caramel-nya. Menu waffle di Hummingbird hadir dalam porsi cukup besar, cukup mengeyangkan jika Anda berencana tidak memesan menu lain.

6. Roti Buaya dan Unionwell

Di sebelah Qahwa, terdapat kafe yang juga dijajakan aksesoris berbau sepeda motor, Unionwell. Di halaman Unionwell, terdapat kedai kecil penjaja roti buaya. 
Pada adat Betawi, roti buaya biasa ditemui sebagai salah satu bawaan seserahan pengantin dalam pernikahan. Rotinya cenderung keras, berukuran besar sekitar 50 centimeter atau lebih, dan biasanya hanya dipajang tidak dikonsumsi.

Jangan bayangkan kita akan mengunyah roti buaya raksasa seperti di pernikahan adat Betawi. Di kedai ini, kita akan disuguhi roti buaya mini sekitar 20 centimeter dengan berbagai isian manis. Isiannya berupa fla yang terdiri dari empat warna. Hijau untuk rasa hijau atau alpukat, cokelat untuk rasa cokelat, kuning untuk pisang, dan putih untuk tiramisu.

KUDAPAN jadul Cap Roti Buaya No.72, di Jalan Progo, Kota Bandung.*/GITA PRATIWI/PR

Saat kami mencicipinya, roti ini memiliki tekstur keras di luar. Apalagi sisik-sisik buaya buatannya yang begitu tajam, membuat gemas dalam mengigitnya. Tetapi ternyata, isinya amat lembut, ditambah manisnya isian si roti. Roti buaya dengan isian alpukat dan tiramisu sangat direkomendasikan.

Hanya ada menu roti buaya di kedai ini. Tapi pilihan kopinya macam-macam, dan masih mengusung tema jadul. Seperti penamaan es kopi susu, dengan istilah yang sudah jarang terdengar dan amat retro, "Yahud". Kopi Yahud ini berkomposisi susu dan krimer yang dimasukkan es batu khusus.

Di dalam restoran Unionwell, tersaji fusion food bercita rasa Indonesia. Misalnya saja sajian steak sambal matah.

Jika biasanya daging steak disajikan dengan kuah saus kental seperti barbeque, mushroom, atau blackpepper, Unionwell berani menyuguhkan sajian steak dengan siraman sambal matah khas Manado.

7. Belah Doeren

Menyebut kreasi durian, banyak orang lantas teringat produk dari Belah Doeren, apalagi untuk oleh-oleh dari Bandung. Merek lokal Bandung ini terbukti mampu bertahan lebih dari tujuh tahun fokus mengulik inovasi dari buah durian.

Yang paling anyar adalah durian brownie dan durian soes. Bayangkan manisnya brownies cokelat yang diberi isian daging durian berlimpah, hmmm dobel legit jadinya.

Daging durian ini diolah dengan cream cheese dan dibuat kering agar berbaur dengan adonan brownies cokelat panggang. Dengan taburan kacang tanah di atasnya, satu gigitan durian brownie bisa menangkal rasa rindu terhadap durian bagi penggemarnya.

Sementara durian soes adalah inovasi yang tengah gencar dikenalkan Belah ­Doeren kepada khalayak. Selayaknya kue soes pada umumnya, tentu saja bagian isian soes yang diberi daging durian berlimpah jadi keunggulannya.

null

Saat digigit, isian soes durian ini lumer membanjiri mulut. Baik indra penciuman maupun pengecap seketika merasakan sensasi kelezatan durian. Ukurannya yang cukup besar mampu memanjakan penggemar durian untuk melahapnya hingga tak bersisa. 

”Mereka yang dari luar kota dan tengah berkunjung ke Bandung, setelah mencicipi menu kami, banyak yang minta untuk bisa membawa pulang ke daerah masing-masing. Sayangnya, menu durian kami tidak tahan terlalu lama karena tidak menggunakan bahan tambahan juga pengawet. Membuat produk durian ’keringan’ inilah salah satu solusinya,” ujar pemilik Belah Doeren, Mega Agna Annisa.

Mega mengatakan, meskipun lebih tahan lama untuk dibawa ke luar kota, tetapi tetap tidak bisa lebih dari enam jam atau beberapa hari di lemari es. 
Di sini terdapat poduk durian yang basah, misalnya sop duren, pancake durian, atau mile crepes durian, durian bakar, durian goreng, durian buttercake, atau durian sticky rice. Sementara kreasi durian ke­ring ada di durian brownie, durian soes, serta nastar durian.***

Bagikan: