Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 30.2 ° C

Wisata Curug Tilu, Nuansa Grand Canyon di Belantara Purwakarta

Advertorial
CURUG Tilu Purwakarta.*/DOK. PR
CURUG Tilu Purwakarta.*/DOK. PR

CURUG Tilu, ya nama destinasi wisata yang satu ini mungkin masih asing di telinga para traveler. Tetapi, Curug Tilu yang berlokasi di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini memiliki daya tarik tersendiri meski relatif belum terjamah tangan manusia.

Wisata air terjun Curug Tilu, memiliki pesona yang tidak bisa dikatakan biasa. Berada di wilayah Sukasari yang mayoritas wilayahnya masih berupa hutan belantara ternyata memiliki tempat yang mirip dengan Grand Canyon yang ada di bagian negara Arizona Amerika Serikat.

Untuk menjangkau Curug Tilu, dua jalur dapat dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin datang. Purwakarta - Jatiluhur dan Jalan Cikao Bandung Jatiluhur yang langsung tembus ke ruas Jalan Sukasari adalah salah satunya. Atau hanya butuh waktu sekitar 40 menit perjalanan yang ditempuh.

Bagi kendaraan roda 4 sebelum berkunjung menuju Curug Tilu bahan bakar kendaran sudah terisi penuh,karena tidak ada SPBU Pertamina selama perjalanan menuju Curug tilu,Hanya ada Pom mini. Hati - hati dalam berkendara karena jalur menuju Curug Tilu terdapat belokan tajam menurun dan menanjak, pastikan lampu kendaraan  berfungsi dengan baik, karena bilamana hari mulai gelap didalam perjalanan  dari Curug Tilu - Jembatan merah Bendungan Ir.H.Djuanda belum terdapat penerangan lampu marka jalan yang belum maksimal.

Sesampainya di lokasi, yakni di Desa Ciririp tempat Curug Tilu berada. Pengunjung sejenak beristirahat di Home stay sudah tersedia di pinggir curug (air terjun) lengkap dengan hammock (ayunan).

Setelah itu, bagi yang hobi berenang di alam bebas, wisatawan bisa menyegarkan diri dengan dinginnya air dari Curug Tilu yang bersih nan jernih.

Puas dengan berenang sambil menikmati nuansa alam yang masih terbilang jarang dijamah, wisatawan bisa mengarah diri dengan berjalan ke curug utama. Di sini pengunjung bakal dimanjakan dengan pemandangan alam nan hijau dan kontur bebatuan khas pegunungan. Warna air di tempat ini terlihat kehijauan serta tembus pandang ke bebatuan yang ada di dalam aliran sunga

Larut dalam keindahan alam, terkadang lupa akan waktu dan perut yang mulai menagih untuk diisi makanan, maka pengunjung dapat kembali ke home stay yang disediakan sekaligus memesan masakan berupa nasi liwet, yang terbilang sangat murah meriah.

Paling menarik, selain bisa menikmati sajian nasi liwet khas sunda lengkap dengan sambal dan ikan asin. Hidangan tersebut juga tidak dipatok urusan harga atau hanya alakadarnya untuk mengganti bahan masakannya saja.

Curug Tilu, saat ini masih dikelola oleh para pemuda desa setempat. Mereka melakukan promosi keindahan wisata itu dengan mengeksplorasi segala potensi.

Baru setelah tahun 2013 usaha mereka memperkenalkan Curug Tilu lambat laun dikenal masyarakat terutama warga lokal. Itu seiring dengan dibangunnya jalan lingkar barat yang menghubungkan Purwakarta dengan Kecamatan Sukasari. Pasalnya, selama puluhan tahun wilayah tersebut terisolir keberadaan Waduk Ir. Juanda Jatiluhur.

Tunggu apa lagi? Yuk, langsung ajak keluarga atau rekan untuk jelajahi tempat ini. (JT-Suci Ramdanita/UIN Sunan Gunung Djati Bandung)***

Bagikan: