Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 20.4 ° C

Jaring Wisatawan, Menpar Luncurkan Calender of Event 2020

Retno Heriyanto
PELUNCURAN Calender of Event (CoE) 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.*/ISTIMEWA
PELUNCURAN Calender of Event (CoE) 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.*/ISTIMEWA

JAKARTA,(PR).- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, meluncurkan Calender of Event (CoE) 2020. Ada 100 top event yang akan digelar di 34 provinsi untuk menjaring lebih banyak wisatawan ke Indonesia.

Menpar Arief Yahya dalam sambutannya mengungkapkan, penyelenggaraan event pariwisata di Indonesia mutlak disusun dalam Calender of Event (CoE) agar wisatawan mudah mengetahui event-event pariwisata yang ada di daerah. Selain itu, para traveller akan lebih tertarik untuk melihat destinasi di daerah.

“Daerah yang menggelar event pariwisata jadi dikenal oleh wisatawan dunia dan menarik wisatawan untuk mengetahui destinasi di daerah itu. Contohnya Kabupaten Banyuwangi tahun ini menggelar 99 event pariwisata, 3 event di antaranya masuk dalam 100 CoE 2019 dan mendongkrak kunjungan wisatawan,” ujar Arief Yahya di acara yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019 malam. Acara itu juga dihadiri Kepala Daerah dan Kepala Dinas Pariwisata serta perwakilan dari 34 provinsi Indonesia.

PELUNCURAN Calender of Event (CoE) 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.*/ISTIMEWA

Penetapan CoE Wonderful Indonesia, menurut Arief, berawal dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Sail Tomini tahun 2015.  Diharapkan agar penyelenggaraan event di Indonesia mempunyai standar nasional dan internasional dalam kemasannya, baik dari segi koreografi, aransemen musik, maupun penataan kostum atau busana.

Ditambahkan Arief Yahya, dari ratusan event pariwisata yang diusulkan pemerintah daerah 34 provinsi  di seluruh Indonesia, dikurasi oleh Tim Kurator Kemenpar dan ditetapkan sebagai 100 CoE Wonderful Indonesia 2020. Dari 100 event  kembali ditetapkan Top 10 CoE 2020.

Program strategis

Sementara Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Easty Reko Astuty, mengungkapkan bahwa CoE Wonderful Indonesia sebagai kalender pariwisata nasional merupakan salah satu program strategis Kemenpar. “(CoE 2020) Program strategis  Kemenpar dalam mempromosikan destinasi pariwisata melalui atraksi (events) dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta menggerakan wisatawan nusantara (wisnus) untuk berwisata di Tanah Air,” ujar Easty Reko Astuty yang juga sebagai Ketua Tim Pelaksana CoE 2020.

Pertama kali dibukukan dan dibuat tahun 2017, menurut Easty, CoE belum menggunakan kurator dalam pemilihan event. Kemenpar hanya meminta usulan top 3 events dari masing-masing provinsi. Kemudian tahun 2018 hingga sekarang, penentuan CoE wajib menggunakan kriteria 3C (Cultural/Creative Values; Commercial dan Communication Values, dan CEO Commitment) dan dikurasi oleh Taufik Rahzen (cultural value), Eko Supriyanto, Denny Malik, Heru Prasetya (creative value), Don Kardono (communicantion/media value), dan Jacky Mussry (commercial/economic value).

PELUNCURAN Calender of Event (CoE) 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 15 Oktober 2019.*/ISTIMEWA

Kriteria cultural/creative values sebagai unsur kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata (local content dan pengembangannya), koreografi (memanfaatkan panggung yang besar, camera genic), desainer, aransemen musik. Sementara, kriteria commercial dan communication values sebagai unsur dalam upaya meningkakan jumlah wisatawan, media value, dan multiplier effect yang memiliki dampak ekonomi dan sosial, sedangkan CEO commitment  merupakan komitmen gubernur dan bupati (kepala daerah).

"Keseluruhan event yang masuk dalam CoE 2020 akan mendapatkan pendampingan dan dukungan promosi media (pre, on, dan post), serta dukungan penyelenggaraan pada saat event berlangsung dari Kemenpar agar memiliki 'nilai jual' serta lebih menarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” tutur Easty.***

Bagikan: