Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23.4 ° C

Meriahnya Tasikmalaya Oktober Festival 2019

Bambang Arifianto
PESERTA karnaval menggunakan berbagai pakaian dan aksesoris yang unik dalam pembukaan Tasikmalaya Oktober Festival di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Minggu 13 Oktober 2019. Kegiatan rutin tahunan peringatan hari jadi tersebut menjadi ajang promosi potensi wisata dan investasi Kota Tasikmalaya.*/ BAMBANG ARIFIANTO/"PR"
PESERTA karnaval menggunakan berbagai pakaian dan aksesoris yang unik dalam pembukaan Tasikmalaya Oktober Festival di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Minggu 13 Oktober 2019. Kegiatan rutin tahunan peringatan hari jadi tersebut menjadi ajang promosi potensi wisata dan investasi Kota Tasikmalaya.*/ BAMBANG ARIFIANTO/"PR"

TASIKMALAYA, (PR).- Memperingati hari jadi ke-18 Kota Tasikmalaya, Minggu 13 Oktober 2019 dibukalah Tasikmalaya Oktober  Festival (TOF) 2019. Kegiatan‎ yang menjadi ajang promosi potensi wisata dan investasi Kota Tasikmalaya tersebut berlangsung meriah dengan karnaval budaya dan berbagai atraksi kesenian.

Pembukaan dan karnaval berlangsung di Jalan KH Zainal Mustofa, Minggu pagi. Separuh jalan di pusat kota itu ditutup untuk pelaksanaan pembukaan dan karnaval.‎ Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang hadir dalam acara didaulat Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman guna membuka TOF 2019.

"Tasikmalaya Oktober Festival 2019 dengan ini resmi saya buka," kata Uu. Dalam sambutannya, Uu mengapresiasi TOF yang berlangsung rutin setiap tahun. Ia berharap, TOF menjadi ajang memperkenalkan wisata budaya dan kerajinan khas Kota Tasikmalaya. Menurutnya, upaya promosi tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggencarkan program wisata dan pengembangan sarana prasarananya. Ia mencontohkan, pembangunan sarana prasarana wisata Pangandaran agar bertaraf internasional.

Demikian pula dengan rencana pengembangan sejumlah wisata religi seperti ziarah ke makam Sunan Gunung Jati, Cirebon yang ikut dikembangkan. Pemprov, lanjutnya, bukan hanya mengembangkan pendidikan, kesehatan melalui program-programnya.

 "Pemprov Jabar membuat program-program untuk wisata karena wisata adalah program multimanfaat," ujar mantan Bupati Tasikmalaya tersebut. Kegiatan wisata merupakan bagian dari unsur kebahagian masyarakat yang menjadi salah satu tolak ukur pembangunan Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Mochamad Ridwan Kamil.

Uu menambahkan, berbagai program wisata hebat  itu hanya bisa berjalan bila terjadi kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

Wali Kota Budi Budiman menyatakan, kegiatann TOF 2019 juga mengangkat tema pelestarian payung geulis sebagai ikon Kota Tasikmalaya. Budi berharap payung geulis bukan hanya dipakai kegiatan seni dan budaya.

"Bagaimana payung itu tidak hanya digunakan untuk kegiatan seni budaya tetapi untuk kegiatan keseharian. Dulu juga payung itu dipakai untuk sehari-hari, hujan pakai payung itu, panas pakai payung itu," ucap Budi.

Tak hanya itu, TOF pun menjadi sarana pengunjung atau wisatawan mengenal potensi kekayaan wisata alam, kuliner serta kerajinan khas Kota Tasikmalaya lainnya. "Ditunjang akomodasi yang memadai menjadikan Kota Tasikmalaya tujuan wisata dan investasi," tutur Budi.

TOF 2019 kali ini berlangsung  hari  Minggu hingga Rabu (13-16 Oktober 2019).

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Kebudayaan Kota Tasikmalaya Hadian menuturkan, jumlah peserta karnaval fashion mencapai 177 orang. Sedangkan peserta pawai jampana mencapai 1.474 orang.***

 

Bagikan: