Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Hamil di Atas 40 Tahun, Bayi Rentan Miliki Penyakit Jantung Bawaan

Endah Asih Lestari
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

HAMIL bagi perempuan yang berusia di atas 40 tahun, memiliki berbagai risiko. Kehamilan di usia ini merupakan salah satu karakteristik kehamilan yang berisiko. 

Ahli penyakit jantung Prof dr. Ganesja M. Harimurti mengatakan, ibu yang hamil dengan usia di atas 40 tahun rentan akan melahirkan anak dengan penyakit jantung bawaan.

"Faktor risiko yang menyebabkan anak dengan penyakit jantung bawaan, salah satunya hamil di atas umur 40 tahun," ujar Ganesja di Jakarta, seperti dikutip Antara, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Dokter Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, itu menjelaskan perempuan yang hamil di atas 40 tahun harus melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Akan tetapi, sebaiknya hamil pada usia tersebut harus dihindari.

Penyebab lainnya yang menyebabkan anak mengidap penyakit jantung bawaan, adalah minum obat sembarangan saat hamil. Menurut dia, ibu hamil tidak boleh minum obat sembarangan saat hamil.

"Jangan sembarangan minum obat warung kalau pusing atau flu, sebaiknya konsultasi dengan dokter." katanya.

Faktor risiko lainnya adalah penyakit darah tinggi dan diabetes yang diderita sang ibu tersebut. Serta faktor keturunan turut memengaruhi.

"Selain itu hindari rokok, karena membahayakan janin," ujarnya.

Delapan dari 1.000 anak yang lahir menderita penyakit jantung bawaan

Dia menjelaskan, sebanyak delapan dari 1.000 anak yang lahir menderita penyakit jantung bawaan. Akan tetapi, kondisi itu tidak diiringi dengan jumlah rumah sakit yang bisa menangani penyakit itu.

Rumah sakit yang bisa menangani penyakit jantung bawaan tidak dimiliki setiap provinsi. Jumlah rumah sakit yang bisa menangani hanya sekitar 10 rumah sakit di Tanah Air.

"Ada sekitar empat rumah sakit di Jakarta," kata dia.

Selain itu, jumlah dokter yang menangani penyakit jantung bawaan tersebut juga masih kurang. Biaya pendidikannya cukup mahal dan membutuhkan waktu lama. Selain itu penyakit jantung bawaan masih kalah beken dari penyakit jantung koroner.

"Antrean di salah satu pusat jantung di Jakarta, seperti Rumah Sakit Harapan Kita, untuk operasi penyakit jantung bawaan ini mencapai satu setengah tahun," ujar dia.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah untuk turut ikut serta dengan memberikan fasilitas penyakit jantung bawaan di rumah sakit daerah. Selain itu juga perlu dididik tenaga medis yang ahli di bidang penyakit jantung bawaan, sehingga bisa melakukan operasi di daerah.***

Bagikan: