Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.8 ° C

Daftar Lengkap Barisan Musisi Pengisi The Papandayan Jazz Fest 2019

Muhammad Fikry Mauludy
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Agenda tahunan The Papandayan Jazz Fest kembali digelar pada tahun ini, mulai 3-5 Oktober 2019, di Hotel The Papandayan Bandung. Selama tiga hari berturut-turut, penikmat jazz akan disibukkan dengan barisan acara yang diisi musisi kenamaan.

Pada hari pertama, akan tampil 57justik, Nadine Trio feat Agis Kania, JOC feat Imelda Rosalin, Six Soul, Salamander Big Band feat Syaharani, hingga Glenn Fredly. Siap tampil pula, musisi jazz asal Belanda persembahan dari Erasmus Huis, Sanne Rambags-Under The Surface, serta kumpulan musisi yang akan memberikan tribute bagi Benny Likumahuwa.

Esoknya, acara diisi Harra Band-Fajar Adi Nugroho, Grace Sahertian, Barry Likumahuwa, David Manuhutu, reuni Krakatau, hingga Tulus. Pada Sabtu, 5 Oktober, barisan musisi yang akan tampil yakni Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB), Balawan&Friends, D’Cinnamons, Elemen Nusantara, Dwiki Dharmawan, Danilla, serta Maliq & D’Essentials.

Sebelum perhelatan, TP Jazz Fest 2019 juga mengadakan pre-event dengan label Interupsi Jazz. Acara live jazz di luar venue hotel itu bertujuan untuk mengenalkan jazz dan juga kampanye TP Jazz 2019. Penampilan yang akan diisi Harra Music dan 5 Petani itu akan digelar di Lobby Hejo Mall 23Paskal pada 20, 25, dan 27 September, serta di Jalan Braga pada 25 September.

GM The Papandayan Hotel, R Bobby Renaldi mengatakan, acara kelima ini merupakan permintaan dari para penikmat jazz yang terus bertambah. TP Jazz Fest 2019 dijanjikan akan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya, dengan 4 panggung yang terdiri dari Mirten Lounge, TP Stage, HB Grill Garden, dan Suagi Grand Ballroom.

“TP Jazz senantiasa menyajikan nilai seni maupun nilai materinya dengan dibimbing para kurator. Ada kualitas yang senantiasa akan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Bobby, dalam jumpa pers, di The Papandayan Hotel, Jumat (20/9/2019).

Kurator TP Jazz, Venche Manuhutu menjelaskan, meski diselenggarakan rutin setiap tahun festival ini formatnya tidak akan sama. TP Jazz hadir untuk menyajikan tempat bagi penikmat jazz sekaligus memunculkan musisi jazz papan atas.

Permintaan acara tahunan ini juga muncul dari perkembangan jazz yang dari tahun ke tahun berkembang cukup pesat dibanding aliran musik lainnya. TP Jazz hanyalah upaya menyambungkan rangkaian sesi rutin jazz yang digelar setiap dua kali seminggu di The Papandayan Hotel, TP Jazz Weekend.

“TP jazz ini tempat yang tepat bagi musisi dan penikmat jazz. Kegiatan rutin tanpa festiva seperti tidak ada mercusuarnya. TP Jazz ini juga tempat untuk bergembira bersama genre lain,” tuturnya.

Dari beragam genre yang dihadirkan, TP Jazz mencari musisi yang piawai menyambungkan benang merah ke arah rasa yang bernuansa jazzy. Tahun 2019, ada Glenn Fredly yang mewakili musik soul. Ada Tulus yang cukup fenomenal dan besar dari lingkungan indie.

“Dia mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan musik yang ia mainkkan bukan musik biasa, ada nuansa jazz di musiknya. Jadi cocok sekali,” katanya.

Maliq & D’Essentials juga akan tetap hadir dengan porsi fusion dan R&B. Dekat dengan anak muda saat ini, mereka akan menjadi jembatan yang mau mengetahui lebih jauh tentang musik jazz. Sedangkan penyanyi yang tengah hits, Danilla, juga akan menunjukkan kemampuan bermusik jazz yang telah lama dikenal pelantun “Buaian” itu.

“Sekarang dia sudah bergerak ke rock. Tetapi dulu dia nyanyi jazz. Harmoninya cukup berat, anehnya digemari. Sekarang musiknya sedikit ke rock, tetapi benang merah ke jazz-nya tetap ada. Line up TP Jazz 2019 ini akan menjadi tontonan yang menarik,” ujar Venche.

TP Jazz Fest 2019 juga menjadi momentum Krakatau yang akan tampil dengan format reuni, setelah sekian lama vakum. Selain itu, ada banyak musisi lokal Bandung yang diharapkan dapat unjuk tampil lebih jauh di permusikan, hingga pentas internasional.

TP Jazz juga tidak pernah lepas dari sesi edukasi. Akan ada Vocal Jazz Clinic yang dipandu Prof. Tjut Nyak Deviana, clinic guitar dan performa dari Jubing dan Opik. Kurator TP Jazz lainnya, Hari “Pochang” Krisnadi menuturkan, yang semakin istimewa adalah bedah film John Coltrane by Denis Junio Quartet. Penikmat jazz akan diajak menyelami salah satu ruh jazz yang dijadikan inspirasi dunia musik.

“Pemutaran film tentang jazz ini sangat menarik, karena khusus tentang John Coltrane, musisi yang banyak memengaruhi kemajuan jazz di manapun. (John Coltrane) ini salah satu yang ajaib,” tuturnya.

Ada pula penampilan 57kustik, band kebanggaan Bandung yang berawal dari musisi jalanan. Di bawah bimbingan Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB), mereka menjadi fenomenal. DKSB juga akan tampil dengan format reuni.

TP Jazz Fest 2019 juga akan menghadirkan art exhibition bertema jazz. Seniman dari Terikat, himpunan mahasiswa seni kriya ITB, yang akan mempresentasikan ekspresi jazz di pintu masuk lokasi acara. Acara ini juga diramaikan Pasar Jazz, sebagai bentuk dukungan untuk produk lokal, khususnya UMKM Bandung dan Jawa Barat.***

Bagikan: