Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Spider Women Asal Indonesia Ternyata Anak Seorang TKW

Anwar Effendi
ARIES Susanti Rahayu.*/ISTIMEWA
ARIES Susanti Rahayu.*/ISTIMEWA

JAKARTA, (PR).- Aries Susanti Rahayu kini dikenal sebagai spider women asal Indonesia. Namanya jadi perbincangan khalayak ramai ketika pada Mei 2018, mengalahkan Elena Timofeeva dalam kejuaraan panjat tebing tingkat dunia IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Tiongkok dengan catatan waktu 7,51 detik.

Namun catatat waktu Aries untuk kejuaraan panjat dinding nomor speed kini sudah tembus 6,9 detik. Aries pun menjadi idola ketika tampil di Asian Games Jakarta-Palembang tahun 2018 lalu. Aksi Aries yang cemerlang diganjar dengan dua medali emas.

Kisah sukses Aries ternyata dilirik oleh Lola Amaria. Gadis asal Grobogan itu ditawari main film, yang menceritakan perjalanan hidupnya. Aries pun tak menyangka jika peran utama di film itu langsung dipercayakan kepada dirinya. Film yang akan tayang 28 September itu mengambil judul rekor yang dipegang Aries saat ini, "6,9 Detik".

"Kisah hidup Aries Susanti Rahayu yang meriah 2 Medali Emas Asian Games Jakarta-Palembang 2018 lalu dan Juara dunia panjat tebing sangat inspiratif. Ini yang mendasari saya mau membuatkan filmnya," ujar sutradar muda, Lola Amaria, usai nonton bareng film "6,9 Detik" di Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan Rabu 18 September 2019.

Hal senada juga diakui Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjoyo. "Kisahnya sangat inspiratif dan layak untuk disaksikan anak muda dari kalangan kurang mampu tapi punya semangat tinggi untuk mencapai prestasi dunia. Dan Aries Susanti Rahayu membuktikan itu, meski anak desa dengan keadaan orangtua yang sederhana tapi bisa meraih prestasi dunia," ujar Menteri Eko Putro Sandjoyo saat diminta komentar soal film yang dibintang utamai oleh Ariyo Wahab, Aries Susanti Rahayu dll usai nonton di bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan.

Rekor internasional

Untuk diketahui, 6,9 Detik merupakan rekor standar internasional yang harus dipecahkan oleh para atlet pemanjat tebing bila ingin menjadi juara dalam cabang olah raga tersebut.

Sementara Aries merasa bahadia jika apa yang diperjuangkannya selama ini bisa memberikan inspirasi ke generasi muda. Aries pun mengingatkan, dalam setiap perjuangan, jauhkanlah rasa putus asa. Semangat terus untuk mewujudkan cita-cita.

"Nggak sangka kisah saya jadi film, dan hal ini membuat saya teringat masa perjuangan dulu. Ini yang membuat saya menangis, apalagi bapak dan ibu saya ikut nonton film 6,9 Detik ini. Kedatangan kedua orangtua saya benar-benar kejutan," ujar Aries sambil mencium sang ibu.

Meski sudah dewasa dan menjadi juara dunia, sikap kolokan Aries memang masih kental. "Ya, kayak gini meski sudah dewasa, juara dunia, Asian Games dan pegawai negeri tapi sikap manjanya nggak hilang," aku ibunda Aries di atas panggung ketika dihadirkan oleh Lola untuk membuat kejutan kepada Aries.
       
Lalu bagaimana kehidupan Aries Susanti Rahayu sebenarnya? Aries Susanti hanya anak kecil yang hidup kekurangan dari sebuah desa di Grobogan, Jawa Tengah. Bahkan ibunya sempat menjadi tenaga kerja wanita (TKW) untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Mengharumkan Indonesia

Meski hidup sulit, namun tidak menyurutkan niat Aries untuk mengharumkan nama bangsa. Setelah meraih sukses, Aris pun mewujudkan impianya untuk membawa kembali ibunda tercinta untuk tinggal bersamanya dan tidak bekerja lagi sebagai TKW di Arab Saudi.
     
Film 6,9 /Detik sendiri mengisahkan tentang seorang bocah yang sudah ditinggal ibunya mencari uang jauh di negeri orang, hal itu membuat Aries merindukan sosok Ibu tercintanya.
       
Namun di balik kerinduan itu, Aries Susanti Rahayu mampu tumbuh sebagai  seorang wanita yang tangguh. Berkat kerja kerasnya berlatih panjat tebing, akhirnya membuat Aries menjadi wanita perkasa di jagat panjat tebing. Karena olah raga panjat tebing, penuh risiko dan tidak semua orang bisa melakukannya. 

Maka Lola pun memutuskan, kalau pemeran Aries dilakukan oleh yang bersangkutan di dapuk menjadi tokoh utama yang akan tayang 28 September 2019 nanti. "Lebih baik saya mendidik Aries latihan akting yang membutuhkan waktu satu bulan, ketimbang kita melatih aktris peran yang membutuhkan waktu lebih lama. Dengan Aries yang memainkannya, film ini lebih hidup," ujar Lola Amaria puas.***

Bagikan: