Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian berawan, 20.7 ° C

Audrey Tapiheru Rilis Single Daisy

Windy Eka Pramudya
*/INSTAGRAM/AUDREYTAPIHERU
*/INSTAGRAM/AUDREYTAPIHERU

SETELAH trio GAC memutuskan istirahat di awal September 2019, Audrey Tapiheru tak menghentikan langkah di dunia musik. Adalah single Daisy yang menjadi amunisi Audrey untuk menjejakan kaki sebagai solois. Lewat single perdananya ini, dara kelahiran 26 Juli 1993 itu mengangkat tema yang sering menjadi keresahan perempuan.

Lewat pos-el, Selasa, 17 September 2019, Audrey mengungkapkan, lagu Daisy berawal dari pemikiran dia tentang perempuan dan rasa percaya diri. Sekarang ini, kata Audrey, perempuan sering dituntut memenuhi suatu standar dan mudah merasa rendah diri saat mendengar komentar negatif dari orang lain.

Selain itu, perempuan sering merasa tidak cukup, tidak mampu, dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti apa yang umum walaupun itu bertentangan dengan kepribadian mereka. Akhirnya, banyak perempuan yang menjadi tidak maksimal, merasa tertekan, dan tidak bisa bersinar sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

"Di single ini, aku melambangkan perempuan bagaikan bunga yang siap untuk mekar dan menghiasi dunia dengan keindahan dan keunikannya. Walaupun hidup di tengah banyak tekanan dan gangguan dari sekitar, tapi perempuan itu kuat," tutur Audrey.

Audrey mengaku, dia memilih bunga daisy karena bunga ini sering dianalogikan sebagai bunga yang memiliki sifat rendah hati, ada di mana-mana, ceria, dan penuh simpati yang cocok dengan Audrey. Selain itu, daisy juga berarti permulaan yang sangat sesuai dengan perjalanan baru yang sedang Audrey lakoni saat ini.

"Semoga dengan mendengarkan single ini, semua orang terutama para perempuan, semakin bisa menerima dan menghargai keunikan masing-masing tanpa harus membandingkannya dengan orang lain. Soalnya, semua bunga tercipta untuk mekar dan jangan biarkan apapun atau siapapun menghambat pancaran keindahan kita," kata Audrey.

Audrey menyebutkan, proses pembuatan single Daisy dimulai dengan lokakarya bersama Kenny Gabriel yang membuat musik dan melodinya. Kenny adalah salah satu musisi yang dianugerahi Best National Keyboardist pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2014 dan merupakan juara The Remix 2016.

Selain Kenny, Audrey juga mendapat dukungan dari dua rekannya di GAC, yaitu Gamaliel dan Cantika. Kakaknya, Gamaliel Tapiheru lebih banyak terlibat dalam proses kreatif mulai dari penulisan lirik, melodi, hingga menjadi pengarah vokal.

"Secara musik, Daisy masih memberikan nuansa feel good song yang identik dengan lagu-lagu GAC. Namun, single ini berbeda dari lagu-lagu soloku di tiga album GAC. Pasalnya, di sini aku benar-benar mengangkat topik yang sangat erat denganku dan aku juga lebih memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi diri sebagai solois," ungkap Audrey.

Saat ini Audrey fokus untuk membuat mini album yang berisi tiga sampai empat lagu. Audrey ingin membuat mini album yang dia kerjakan maksimal, saling berkaitan, dan bercerita.

"Aku ingin setiap lagu yang ada di albumku mendapat posisi yang sama dan dapat aku bawakan setiap aku tampil. Nantikan mini albumku ya, dan selamat menikmati Daisy," ujar Audrey.***

Bagikan: