Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

“Menabung” Telur, untuk Bakal Anak Kita Kelak

Novianti Nurulliah
PELUNCURAN  “Egg Banking pada Morula Fertility Talk”, di Hotel Prama, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 15 September 2019. */ NOVIANTI NURULLIAH/PR
PELUNCURAN “Egg Banking pada Morula Fertility Talk”, di Hotel Prama, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 15 September 2019. */ NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG, (PR). - Teknologi reproduksi kehamilan berbantu kini semakin berkembang. Selain bayi tabung, penyimpanan telur (egg banking) mulai dikembangkan di Indonesia.

Egg Banking adalah metode pelestarian kesuburan yang relatif baru.  Sel telur yang matang dan tidak dibuahi diambil dari seorang wanita, dibekukan dan disimpan untuk digunakan di masa mendatang. Egg banking merupakan pilihan bagi wanita yang menunggu pasangan yang tepat untuk menikah di kemudian hari atau pasangan yang tidak ingin mengambil cuti dari pekerjaan sehingga menunda masa kehamilan. Egg Banking dapat dicairkan, dibuahi, dan ditanamkan untuk kehamilan di lain waktu. Egg banking ini juga dapat digunakan untuk menjaga kesuburan pasien vang menjalani perawatan medis yang agresif, seperti kemoterapi.

"Egg banking ini pilihan, untuk pasien kanker sebelum menjalankan terapi bisa menyipan sel telurnya untuk kemudian digunakan ketika sembuh. Kemudian untuk mereka yang mengalami kerusakan indung telur dengan egg banking ini bisa dijadikan back up, kami sarankan hal ini," Ujar dr Ivan Sini, Direktur Morula IVF Indonesia pada saat peluncuran “Egg Banking pada Morula Fertility Talk”, di Hotel Prama, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu 15 September 2019.

Menurut dia, pihaknya menawarkan egg banking karena pihaknya ingin penuhi kebutuhan saat ini yang saat ini tidak terlayani. Selain itu angka siklus bayi tabung di Indonesia saat ini pun terbilang banyak yaitu 10.000 per tahun, dan pihaknya sendiri menangani 4.500 per tahun.

"Jumlah siklus bayi tabung di Indonesia ini masuk pada top three bayi tabung di Asia Tenggara," kata Ivan.

Artinya, upaya untuk mendapatkan keturunan di tengah masyarakat saat ini semakin tinggi dan kian banyak pilihan teknologi reproduksi berbantu bisa menjadi pilihan.

Ivan mengatakan, pembekuan sel telur dan penyimpanan sel telur (egg banking) merupakan pengambilan sel telur dari indung telur seorang wanita. Adapun usia wanita yang bisa mengikuti egg banking yaitu usia di bawah 35 tahun. Sel telur itu kemudian dibekukan untuk menjaga kelayakannya dan disimpan sampai siap untuk digunakan di masa depan dalam perawatan fertilisasi invitro (NF) atau bayi tabung untuk mencapai suatu kehamilan.

 "Egg banking biasanya memiliki tingkat keberhasilan vang baik. Sekitar 90 persen sel telur selamat dari preses pencairan. Dari mereka, sekitar 75 persen berhasil dibuahi, dan hingga 55 persen dibawa ke term, menurut American Society for Reproductive Medicine. Angka-angka ini bervariasi berdasarkan kesehatan sel telur, kesehatan pasien, atau karier kehamilan, dan faktor lainnya," ujar dia.

Pasien kanker bisa hamil

dr Batara Sirait spesialis obgyn Morula Jakarta menambahkan, terkait pengidap kanker, egg banking ini perlu disampaikan. Pasalnya mereka masih mengira pengidap kanker akan sulit hamil padahal dengan egg banking mereka punya kesempatan untuk hamil ditambah dengan penanganan kanker yang saat ini cukup komprehensif dan meningkat.

"Teknologi ini sudah ada di Indonesia. Ini bagian dari bayi tabung. Kami tawarkan, kampanyekan, tingkatkan kesadaran masyarakat," Ujar dia.

dr Maman Abdurrahman dari RSHS mengatakan, dengan egg banking sel telur pasien yang akan menjalani terapi bakal terlindungi. "Tapi kalau sel telurnya diselamatkan dulu kemungkinan hamil akan besar, " Kata dia.

Maman pun mengatakan, tidak semua obat terapi mengganggu kesuburan pasien permanen. Ada sebagian kecil obat kemo mengganggu lebih panjang. Untuk tipe yang ini diperlukan egg bangking yang baik.

Dia menambahkan, saat ini kanker usia muda lebih banyak. Dengan egg banking bisa menolong mereka untuk mendapatkan keturunan.***

 

Bagikan: