Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

The Venopian Solitude, Cara Lain Nikmati Karya Musik dari Malaysia

Windy Eka Pramudya
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

"THE Venopian Solitude tidak hanya sekadar untuk didengarkan di Spotify. Namun, band ini harus dilihat dan didengar langsung untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda."

Kalimat ini tertulis di situs web The Venopian Solitude sebagai pengantar profil band. Terbentuk sejak 2009, The Venopian Solitude merupakan band asal Malaysia yang dihuni para personel dengan latar belakang musik beragam. Sesumbar untuk harus menyaksikan penampilan mereka secara langsung terbukti benar adanya.

Seperti yang tercipta pada showcase Manggung Di Omu, Rabu, 11 September 2019. Berlangsung di Omuniuum, Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, band yang telah merilis dua album ini tampil atraktif dan menyenangkan. Di panggung mereka meracik aneka warna musik dengan segala instrumen yang memenuhi pentas.

Dengan sopan, warna musik seperti pop, folk, elektronik, triphop, dan hip hop menyusup ke telinga. Mereka bahkan tak kehilangan warna melayu yang berpadu manis dengan aneka jenis musik. Rasa melayu ini menjadi identitas mereka sebagai grup musik asal Malaysia.

Dimotori Takahara Suiko yang menjadi vokalis, The Venopian Solitude telah merilis album, yaitu Hikayat Perawan Majnun (2014) dan Hikayat Gundik Berirama (2018). Selain bernyanyi, Taka juga bermain gitar, mandolin, xylophone, dan tamborin. Selain Taka, The Venopian Solitude juga diawaki Ariana (bas), Kemat (synthesizer), Ruvi (multiinstrumen), Shafiq (perkusi), dan Adam (keytar).
 

Pada Manggung Di Omu, Taka dkk membuka aksi dengan Zigurat. Lagu ini bercerita tentang mantan perdana menteri Malaysia yang korupsi. Dalam bahasa Melayu, barisan lirik terdengar lugas dalam balutan musik rock yang rancak. "Halo selamat malam. Kami The Venopian Solitude dari Malaysia. Kami baru menyelesaikan tur ke Eropa, Malaysia, dan Taiwan. Senang rasanya bisa ke Bandung," kata Taka.

Pada lawatannya ke Indonesia kali ini, The Venopian Solitude tak hanya tampil di Bandung. Namun, mereka juga menyambangi Yogyakarta dan Jakarta. Untuk Manggung Di Omu, The Venopian Solitude mengisi repertoar dengan rentetan nomor dari album Hikayat Gundik Berirama. Selain Zigurat, Taka dkk juga menyajikan Layar, Mahar, Deras, Brace, Bubar, dan Dust. Di setiap lagu, awak The Venopian Solitude bercerita tentang banyak hal.

Misalnya lagu Mahar yang ditulis Taka. Lagu ini saat Taka hendak menikah. Saat persiapan menikah, Taka menyadari kalau biaya menikah itu mahal. Dia luapkan kekesalan lewat lagu. Di lagu ini suara rebana beradu dengan snare drum dan xylophone. "Terima kasih kepada Omuniuum dan teman-teman yang datang malam ini. Sejujurnya kami agak takut karena penampilan Parahyena tadi bagus. Kami ingin pulang saja, tapi enggak ada duit," ujar Taka sambil tertawa.

Penonton yang semula duduk lesehan menikmati performa The Venopian Solitude diminta berdiri. Saat lagu Madhouses dihadirkan, belasan penonton mulai riuh. Mereka menari dan bertepuk tangan bersama Taka dkk.

Situasi makin meriah di pengujung penampilan The Venopian Solitude. Nomor Pelacur Muzik dan Tenangkan Bontot Anda membuat ruang kecil Omuniuum terasa bergetar. Wajah-wajah penuh tawa dari penonton dan awak The Venopian Solitude menutup Manggung Di Omu dengan penuh kesan.***

Bagikan: