Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 19.8 ° C

Seorang Wanita Mati Rasa setalah Menggunakan Krim Kulit

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi krim kulit.*/ANTARA
FOTO ilustrasi krim kulit.*/ANTARA

SACRAMENTO - Seorang wanita di California yang berusia 47 tahun berada dalam kondisi koma ringan selama berminggu-minggu setelah menggunakan krim kulit  yang telah tercemar dengan metil merkuri.

Dilansir laman NBC News, yang mengutip keterangan pejabat kesehatan di Sacramento, Kamis, 12 September 2019, kasus ini merupakan yang pertama kali yang pernah terjadi di AS. 

Anak dari wanita itu mengatakan kepada NBC yang terafiliasi dengan KCRA di Sacramento,  bahwa ibunya telah berada di rumah sakit sejak  bulan Juli lalu. 

Sementara petugas kesehatan setempat menambahkan bahwa pasien tiba di rumah sakit dengan kondisi mati rasa di tangan dan wajahnya. Selain itu, pasien juga menjadi sulit berbicara  dan berjalan.

Awalnya,  wanita itu masih bisa merespons pernyataan secara verbal, tetapi sekarang dia benar-benar dalam kondisi koma ringan, menurut laporan KCRA.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jumlah merkuri dalam darah wanita tersebut mencapai lebih dari 500 kali jumlah yang bisa ditoleransi.

“Ketika dokter menguji krim wajah wanita tersebut di laboratorium, mereka menemukan adanya kadar merkuri yang sangat tinggi dalam krim wajah tersebut,” kata anaknya.

Metil merkuri merupakan senyawa organik yang sangat beracun.

Wanita itu mengaku mendapatkan krim tersebut melalui "jaringan tak resmi" yang diimpor dari Meksiko, kata pejabat kesehatan setempat dalam sebuah pernyataan.

"Krim jenis ini digunakan oleh konsumen sebagai pencerah kulit, menghilangkan bintik-bintik dan kerutan di wajah. Merkuri itu tidak ditambahkan oleh pabrikan Ponds, tetapi oleh pihak ketiga setelah pembelian," demikian pernyataan otoritas Ponds.

Ponds menegaskan dalam sebuah pernyataan kepada NBC News bahwa pihaknya tak pernah menggunakan merkuri dalam semua produk Ponds keluaran resmi pabrikan.  
"Kami tidak menggunakan merkuri dalam produk kami. Kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan bekerja sama dengan semua pengecer resmi untuk memastikan produk resmi kami tetap utuh dan aman untuk digunakan, mulai dari pengiriman sampai tiba ke konsumen," tegasnya.***

Bagikan: