Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Inilah Makanan-makanan Pemicu Kanker

Huminca Sinaga
ILUSTRASI makanan olahan pemicu kanker.*/CANVA
ILUSTRASI makanan olahan pemicu kanker.*/CANVA

BANYAK makanan yang enak buruk bagi kesehatan kita. Pasalnya, makanan tersebut dibuat dengan menggunakan banyak gula dan garam untuk memenuhi selera mereka yang mengonsumsinya. Hal  ini diperparah dengan proses pengemasan makanan yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya.

Melansir  laman Active Feel, Selasa 10 September 2019,  berikut sejumlah  makanan penyebab kanker yang harus dihindari, atau setidaknya dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

1. Microwave popcorn

Secara umum, popcorn merupakan cemilan yang relatif sehat. Namun, hal yang buruk terjadi saat jagung-jagung tersebut mengembang dan meletus di dalam kantong jagung berondong. Dalam hal ini,  kantong jagung berondong dilapisi dengan bahan kimia yang bernama asam perfluorooctanoic (PFOA). Berdasarkan penelitian, PFOA ini dapat menyebabkan kanker ginjal, kandung kemih, hati, pankreas, dan testis.

2. Soda

Seperti yang kita ketahui bahwa soda merupakan sesuatu yang sangat tidak menyehatkan karena tingginya kandungan gula. Tak ayal, ini menjadi penyebab kenaikan berat badan dan resistensi insulin. Sayangnya, mungkin anda tidak menyadari bahwa soda juga mengandung pewarna dan bahan kimia buatan, seperti turunan 4-methylimidazole (4-MI), yang diketahui meningkatkan risiko kanker.

3. Makanan kaleng

Masalah utama dari makanan ini ada pada kemasannya. Hampir semua kaleng aluminium dilapisi dengan bisphenol-A , atau BPA yang dapat menyebabkan kanker. Tomat kaleng dan makanan lain dengan tingkat keasaman tinggi sangat berbahaya untuk dikonsumsi karena asam cenderung menyerap BPA langsung ke dalam makanan. Sebagai gantinya,  anda dapat membeli makanan segar atau beku, terkecuali jika kaleng makanannya mencantumkan tidak mengandung BPA.

4. Keripik kentang

Camilan ini tidak hanya mengandung lemak dan natrium yang sangat tinggi, tetapi juga mengandung perisa makanan buatan, pengawet, dan pewarna makanan yang tidak bisa dikenali oleh tubuh sebagai makanan. Karena kentang digoreng dengan suhu tinggi,  ini memicu timbulnya  acrylamide,  zat karsinogen yang biasanya ditemukan dalam rokok.

5. Daging olahan, asap, dan merah

Daging olahan adalah penyebab masalah karena mengandung bahan pengawet seperti natrium nitrat, yang membuat daging tetap terlihat segar, Namun, zat tersebut bisa memicu terjadinya kanker. Begitu juga dengan daging asap, sangat berbahaya dikonsumsi karena selama proses pengasapannya, daging menyerap tar.

6. Salmon yang dibudidayakan

Tubuh Anda membutuhkan lemak Omega 3 yang  sebagian besar terdapat pada ikan, tetapi salmon yang dibudidayakan, diberi makanan tidak alami yang terkontaminasi pestisida, bahan kimia, antibiotik, dan karsinogen. Akibatnya, daging salmon budidaya mengandung PCB, merkuri, dan dioksin penyebab kanker. Sayangnya, hampir 60% salmon di pasaran berasal dari hasil peternakan. Untuk amannya, cari label yang secara khusus menunjukkan salmon sockeye atau salmon liar.

7. Minyak terhidrogenisasi.

Minyak nabati terdengar seperti sesuatu yang sehat, tetapi masalahnya adalah tidak dapat diekstraksi dari sumbernya secara alami. Proses ekstraksi kimia adalah penyebab  terhidrogenasinya minyak nabati, yang kemudian minyak diwarnai dan dihilangkan baunya agar terlihat enak bagi konsumen. Minyak terhidrogenasi ditemukan di banyak makanan olahan untuk menjaga produk tetap segar. Akan tetapi, dalam tubuh minyak tersebut  memengaruhi struktur dan fleksibilitas sel Anda, yang dapat menyebabkan kanker

8. Tepung terigu

Proses pemurnian membuat sebagian besar nutrisi yang ditemukan dalam gandum rusak. Parahnya, produsen melakukan proses pemutihan dengan menggunakan bahan kimia gas klor yang berbahaya apabila penggunaannya dalam jumlah besar. Produk jadi memiliki tingkat glikemik yang sangat tinggi yang meningkatkan kadar gula darah dan insulin.

9. Makanan transgenik

Makanan yang dimodifikasi secara genetik dirancang agar lebih tahan terhadap hama dan tahan terhadap pengiriman secara utuh. Namun, belum ada tes tentang seberapa sehat (atau tidak) makanan ini bagi manusia. Di Amerika, hampir semua biji-bijian (kedelai, gandum, dan jagung) adalah makanan modifikasi.  Namun, banyak negara di Eropa telah melarangnya.

10. Sirup jagung fruktosa tinggi

Sederhananya, pemanis ini adalah makanan favorit sel kanker. Mengonsumsi banyak sirup bukan hanya menyebabkan kanker, melainkan juga  juga memungkinkan sel kanker berkembang biak dan tumbuh dengan cepat.

11. Pemanis buatan

Dibuat khusus untuk membantu orang menurunkan berat badan. Namun, pengganti gula ini justru berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya, pemanis buatan tidak membantunya. Pemanis artifisial tidak bisa mengontrol gula darah. Malah membuat tubuh anda tidak dapat mengukur konsumsi kalori harian secara akurat.

12. Acar (asinan)

Acar biasanya dbuat dengan kombinasi nitrat atau nitrit, garam, dan cuka. Kadar garam yang tinggi dan kandungan nitrat / nitrit di dalamnya benar-benar buruk bagi kesehatan Anda. Mengonsumsi acar setiap hari dapat meningkatan risiko kanker kolorektal dan kanker perut.

13. Minuman Panas

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa  mengonsumsi minuman yang sangat panas secara teratur dapat merusak kerongkongan dan menyebabkan kanker tenggorokan. Para ilmuwan mengatakan,  biasanya yang bisa memicu kanker itu, minuman panas bersuhu sekitar 65 Celcius ke atas .  ***

 

Bagikan: