Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Kolaborasi Istimewa Maliq & D' Essentials dan Seringai di Soundrenaline 2019

Windy Eka Pramudya
Maliq & D'essensial.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
Maliq & D'essensial.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

PANGGUNG festival musik Soundrenaline kerap menjadi ajang para musisi untuk tampil tak biasa. Salah satunya lewat proyek kolaborasi istimewa yang hanya bisa disaksikan di festival musik yang memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya ini.

Di Soundrenaline 2019, dua musisi yang mendapat kesempatan berkolaborasi adalah Maliq & D' Essentials dan Seringai. Pada Sabtu, 7 September 2019, di A Stage Garuda Wisnu Kencana, Bali, dua band ini tampil spesial.

Mengawali malam minggu yang panjang, Maliq & D' Essentials tampil selama 60 menit. Band yang berusia 17 tahun ini tetap solid dalam formasi Angga dan Indah (vokal), Lale (gitar), Ilman (keyboard), Widi (drum), dan Jawa (bas).Kehadiran Maliq & D' Essentials memunculkan suasana romantis di antara ribuan penonton. Tanpa basa-basi, nomor Terdiam, Kangen, dan Setapak Sriwedari langsung menggempur telinga penonton.

"Malam ini membuka sesi malam di panggung utama. Siap bersenang-senang malam ini," kata Angga.

Sapaan Angga mengantarkan penonton ke single terbaru Maliq & D' Essentials. Lagu berjudul Senja Teduh Pelita itu dirilis dalam rangka merayakan usia 17 tahun Maliq & D' Essentials.

Sebelum memanggil para musisi kolaborator, Angga dkk menuntaskan repertoar dengan Untitled, Himalaya, Dia, dan Terlalu. Awak Maliq & D' Essentials terlihat senang dengan respons ribuan penonton yang tak pernah berhenti menggelar kor massal.

Sosok Indra Lesmana menjadi tamu spesial bersama Maliq & D' Essentials. Sambil bermain keyboard, salah satu legenda hidup di ranah musik jazz Indonesia ini melalukan improvisasi scat singing.

Selain Indra Lesmana, ada juga rapper Tuan Tigabelas yang menjadi kolaborator Maliq & D' Essentials. Lagu bernuansa dangdut Drama Romantika menjadi menu kolaborasi istimewa ini.
Di tengah lagu Drama Romantika, Angga memanggil Rekti, vokalis The SIGIT untuk turut memberikan sentuhan pada aksi Maliq & D' Essentials. Kehadiran Rekti memberikan efek distorsi kepada lagu yang termuat di album Sriwedari (2013) itu.

Drummer Maliq & D' Essentials Widi mengatakan, tiga musisi yang mereka ajak kolaborasi mewakili generasi dan genre musik yang berbeda. Selain itu, tiga musisi itu memiliki kekuatan live performance. Jadi, apapun yang terjadi di panggung bisa saling mendukung.

"Kami tinggal di kota yang berbeda-beda. Mas Indra di Bali, Rekti di Bandung, dan kami di Jakarta. Jadi latihannya secara digital saja," kata Widi.

Lain Maliq & D' Essentials, lain pula Seringai. Unit metal yang dihuni Arian13 (vokal), Edy Khemod (bas), Sammy (bas), dan Ricky Siahaan (gitar) ini berkolaborasi dengan kelompok marching band Udayana. Dengan persiapan hampir satu bulan, kelompok marching band menjadi pembuka aksi Seringai dengai meriah.

Untuk Soundrenaline 2019, Seringai membuat adrenalin penonton merusuh dengan repertoar antara lain Program Party Seringai, Adrenalin Merusuh, Tragedi, Persetan, Serigala Militia, Omong Kosong, Dilarang di Bandung, Selamanya, dan Individu Merdeka.

"Sudah lama Seringai tidak main di Soundrenaline. Terakhir tahun lalu, tahun lalunya lagi, dan tahun lalunya lagi. Kami ini home band Soundrenaline," ujar Arian yang disambut tawa penonton.
Sebelum tampil, drummer Edy Khemod menceritakan, ide memakai marching band muncul karena Seringai ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Seorang kawan di Bali kemudian merekomendasikan untuk bekerja sama dengan marching band.

"Kami kontakan sekitar satu bulan lalu. Kami kirim lagu Seringai, mereka menguliknya untuk dijadikan aransemen marching band. Kami enggak sangka juga ternyata lagu Seringai bisa dimainkan dengan aransemen seperti ini," ujar Khemod.***

Bagikan: