Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Tashoora dan Pee Wee Gaskins Mengawali Panggung Soundrenaline 2019

Windy Eka Pramudya
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

CERITA tentang kemanusiaan dan situasi sosial mengalir dari deretan lagu yang disajikan Tashoora. Band asal Yogyakarta ini menjadi pembuka Celebration Stage Soundrenaline 2019, di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, Sabtu, 7 September 2019. Di bawah terik matahari, ratusan penonton antusias menyaksikan Tashoora.

Terbentuk sejak September 2016, Tashoora solid dalam formasi Danang (vokal, gitar), Gusti (bas, vokal), Dita (akordeon, keyboard vokal), Sasi (gitar, vokal), dan Mahesa (drum). Selama hampir 60 menit mereka menyajikan repertoar dari album Ruang dan sejumlah single lepas. "Halo selamat sore, Soundrenaline. Kami Tashoora dari Yogyakarta," ujar Gusti menyapa.

Salah satu nomor yang dihadirkan Tashoora adalah Surya yang dirilis Juli 2019. Lagu Surya bercerita tentang Giordano Bruno, seorang filsuf Itali, yang meyakini bahwa bumi mengelilingi matahari. Kisahnya tragis, karena teori Giordano membuat dia harus meninggal dieksekusi.

Selain Surya, Tashoora juga melantunkan Terang. Menurut Gusti, lagu ini terinspirasi dari perilaku orang Indonesia yang tahu Pancasila, tapi berhenti di sila pertama.
"Lagu berikutnya untuk yang berani bicara saat mengalami pelecehan seksual di salah satu kampus. Kebetulan kampusnya ada di kota kami, Yogyakarta," kata Gusti.

Nomor berjudul Agni itu mengalun mulus dari awak Tashoora. Dibalut tempo yang mengentak, lewat Agni, Tashoora menyuarakan tentang keadilan untuk perempuan.
Selain Tashoora, band Pee Wee Gaskins juga mengawali Soundrenaline 2019. Tampil di A Stage, band asal Jakarta ini hadir dalam formasi Alditsa "Dochi" Sadega (vokal, bas), Fauzan "Sansan" (vokal, gitar), Harry "Ayi" Pramahardhika (gitar), Reza "Omo" Satiri (keyboard, synthesizer), dan Renaldy "Aldy" Prasetya (drum, perkusi).
 

*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

Repertoar Pee Wee Gaskins diisi antara lain dengan Salah, Satir Sarkas, Amuk Redam, Dan, Fluktuasi Glukosa, Pupus, dan Kangen. Saat Satir Sarkas dihadirkan, Dochi meminta penonton membuat wall of death, yaitu membagi ke penonton dua kelompok kemudian menabrakan diri untuk moshing.

"Luar biasa kami masih diundang lagi ke Soundrenaline. Tahun kemarin kami juga tampil di sini, di jam yang sama, panggung yang sama, sinar matahari yang sama, dan energi penontonnya juga sama," kata Dochi di depan ribuan penonton yang berkerumun di depan panggung.

Selepas Magrib, Soundrenaline 2019 akan berlanjut dengan para penampil seperti Maliq & D' Essentials, Seringai, Jamrud, The SIGIT, Feast, Fiersa Besari, Gugun Blues Shelter, Padi Reborn, Base Jam, Rocket Rockers, dan Elephant Kind.***

Bagikan: