Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Resital XVII, Ajang Unjuk Gigi hingga Asah Kemampuan Mengemas Pertunjukan Musik

Muhammad Fikry Mauludy
MAHASISWA program studi D3 Music Performance dari Sekolah Tinggi Musik Bandung (STMB) unjuk penamilan pada Resital XVII, di Gedung Majestik Braga, Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.*/DOK STMB
MAHASISWA program studi D3 Music Performance dari Sekolah Tinggi Musik Bandung (STMB) unjuk penamilan pada Resital XVII, di Gedung Majestik Braga, Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.*/DOK STMB

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 13 mahasiswa program studi D3 Music Performance dari Sekolah Tinggi Musik Bandung (STMB) mengikuti Resital XVII, di Gedung Majestik Braga, Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019. Mereka unjuk kemampuan di hadapan tiga musisi kenamaan yang hadir sebagai juri tamu, Aria Baron (gitaris eks Gigi), Budi Haryono (drummer eks Gigi), serta Ajat Wachdach (keyboardis).

Resital XVII ini diikuti Kunrat (drum), Sheira (keyboard), Nico (gitar elektrik), Wahyu (drum), Tiar (gitar elektrik), Lala (vocal), Taufik (gitar elektrik), Aliya (vocal), Ayi (gitar elektrik), Kevin (drum), Rifqi (gitar elektrik), Emyr (drum), dan Donny (keyboard).

Seusai tampil, setiap peserta tak luput mendapat kritik dari juri tamu. Beberapa kali teknik bermain menjadi sorotan. Meski begitu, pujian juga terlontar di beberapa poin penilaian, khususnya komposisi yang peserta ciptakan.

Dalam setiap penampilan, mahasiswa diberi kesempatan memainkan dua lagu hasil aransemen masing-masing. Ketua STMB Bucky Wikagoe mengatakan, resital ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa program studi D3 Music Performance. Tugas akhir setelah melewati proses sidang itu untuk mematangkan kesiapan para mahasiswa setelah lulus.

MAHASISWA program studi D3 Music Performance dari Sekolah Tinggi Musik Bandung (STMB) unjuk penamilan pada Resital XVII, di Gedung Majestik Braga, Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.*/DOK STMB

“Mahasiswa tidak hanya mendapat ilmu dari dosen di kampus, tetapi juga mulai diperkenalkan dengan penilaian orang luar sehingga lebih siap lagi terjun di dunia nyata,” ujar Bucky.

Dalam membuat resital itu, mahasiswa juga menyiapkan sendiri seluruh kelengkapan acara. Selain menampilkan kemampuannya dalam bidang musik, mahasiswa juga dibentuk untuk siap mengemas pertunjukan.

Dengan bekal itu, mahasiswa diharapkan lebih siap terjun ke dunia kerja. Bucky menambahkan, profesi musisi memiliki potensi sukses yang cukup luas. Pengembangan kreativitas mampu diarahkan ke berbagai lini bisnis, apalagi di tengah perkembangan teknologi informasi.

MAHASISWA program studi D3 Music Performance dari Sekolah Tinggi Musik Bandung (STMB) unjuk penamilan pada Resital XVII, di Gedung Majestik Braga, Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.*/DOK STMB

“Musisi di negeri ini masih sedikit dan pangsa pasarnya luas. Kalau mau berkarir di dunia internasional pun kini lebih mudah karena saat ini tidak ada batas. Tinggal bagaimana kita mampu berkreasi dan memahami konsep digital market,” katanya.

Bucky optimistis lulusan STMB akan terserap di dunia kerja. Terbukti banyak lulusan kampus musik ini sudah terserap dunia kerja, baik sebagai profesional di dunia musik ataupun institusi.

“Sejauh yang kita data, sebetulnya nyaris tidak ada yang nganggur. Mereka tersebar di berbagai macam profesi, ada yang jadi guru musik, buka sekolah musik, punya perusahaan sendiri, ada yang jadi EO (event organizer), bahkan ada yang kerja di lembaga pemerintahan,” tutur Bucky.***

Bagikan: