Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Luna Maya Tak Sulit Tumbuhkan Chemistry Bersama Christian Sugiono

Windy Eka Pramudya
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

 

SETELAH berperan sebagai pasangan suami istri pada film horor Sabrina (2018), Luna Maya kembali dipertemukan dengan Christian Sugiono. Kali ini mereka kembali menjadi suami istri dalam film horor Rumah Kentang: The Beginning yang diproduksi Hitmaker Studios.

Di film arahan Rizal Mantovani itu, Luna berperan sebagai Sofi, sedangkan Tian --sapaan Christian Sugiono-- berperan sebagai Adrian. Sebagai pasangan suami istri, Sofi dan Adrian memiliki tiga anak yaitu Nina (Davina Karamoy), Nala (Nicole Rossi), dan Bayu (Rayhan Cornelis). Dengan setting di era 1980-an, mereka merupakan pasangan modern di era itu yang tidak percaya dengan hal-hal mistis.

Luna mengaku, tak sulit menumbuhkan chemistry dengan Tian. Ini karena, mereka telah berkawan lama. Selain itu, mereka sudah sering terlibat dalam proyek yang sama. Seperti film dan video klip. "Sebelum syuting kami telah melalui proses reading efektif sekitar dua minggu. Kami sudah kenal lama juga, jadi enggak susah buat saling mengenal," tutur Luna di sela syuting Rumah Kentang: The Beginning di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis, 22 Agustus 2019.

Luna menyebutkan, kisah Rumah Kentang: The Beginning merupakan asal muasal kenapa sampai ada legenda urban rumah kentang. Menurut Luna, cerita yang dihadirkan berdasarkan kisah nyata, tapi dicampur dengan cerita fiktif. Soalnya kisah legenda urban rumah kentang muncul dengan berbagai versi.

Secara formula, kata Luna, Rumah Kentang: The Beginning menawarkan hal berbeda dari film-film produksi Hitmaker Studios sebelumnya. Di film-film horor sebelumnya, kebanyakan semislasher atau adegan yang berdarah-darah. Selain itu, penampakan hantunya lebih eksplisit dan menghadirkan jump scares.

Sementara itu, di Rumah Kentang: The Beginning, sutradara Rizal lebih mengarahkan ke suasana, cerita, dan karakter. Soalnya, film horor bukan sekadar menakuti penonton. Akan tetapi, penonton juga ingin memacu adrenalin dengan cerita yang dibangun yang baik dan suasana yang sarat kejutan.

"Lewat 'Rumah Kentang: The Beginning', produser ingin mencoba hal baru. Biasanya sutradaranya selalu Pak Rocky Soraya, sekarang dipercayakan kepada Rizal Mantovani. Kami sebagai pemain percaya, banyak hal baru dan berbeda di film ini," kata Luna.

Tian menambahkan, tidak ada alasan untuk dia menolak proyek Rumah Kentang: The Beginning. Bagi Tian, kesuksesan film Sabrina adalah salah satu pemicu dia untuk bergabung di Rumah Kentang: The Beginning. Selain itu, dari segi cerita juga menarik, karena legenda urban rumah kentang cukup populer di masyarakat. "Para pemain serta sutradara yang terlibat di sini juga menjadi alasan saya mau ikutan. Mudah-mudahan kalau digarap dengan baik, film ini juga bisa sukses," ungkap Tian.

Luna dan Christian tak menampik jika citra film horor Indonesia sempat negatif. Akan tetapi, beberapa tahun terakhir ini, film horor Indonesia mengalami kebangkitan dengan banyaknya film horor berkualitas. Hal ini bisa dilihat dari cerita yang ditawarkan. Terbukti, sejumlah film horor Indonesia mencatat jumlah raihan penonton di atas satu juta. Sebut saja Pengabdi Setan, Danur (2017), dan Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (2018).

"Film horor tak hanya karena mudah dijual, tapi dari segi cerita juga harus bagus. Lagipula penonton Indonesia juga sudah pintar, bisa memilih tontonan yang berkualitas," ujar Luna.***

Bagikan: