Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Galuh Adiwinata Rilis Album Debut 18

Windy Eka Pramudya
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

SEMPAT tak percaya diri meniti karier menjadi musisi, Galuh Adiwinata merilis album perdana. Dalam judul album 18, Galuh mempersembahkan tujuh lagu gubahannya bersama label Stoodio Indonesia. Dari album 18, Galuh telah menyajikan dua single yaitu Ku Tak Ingin dan Bila Ku Tak Hidup Tanpamu.

Galuh menceritakan, saat SD sampai SMP dia senang bermain instrumen bas. Hobi itu berganti saat SMA, karena dia mulai bermain basket. Lepas SMA, Galuh pindah dari Palembang ke Jakarta untuk kuliah. Dia tak menyangka, kepindahannya ke Jakarta membuka kesempatan untuk berkiprah di dunia musik.

"Suatu ketika ada acara di kampus, saya diminta untuk tampil. Walaupun enggak percaya diri, saya nekat saja menyanyi. Ternyata ada yang merekam dan memberi videonya ke Om Harry Toledo," tutur Galuh di BP Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Kota Bandung, Rabu, 21 Agustus 2019.

Di dunia musik, Harry Toledo adalah pemain bas, musisi, dan music director yang mumpuni. Harry yang merupakan Presiden Indonesian Bass Family (IBF) itu pernah bekerja sama dengan musisi nasional dan internasional, sebut saja Ireng Maulana n Friends, Cherokee, Bali Lounge, Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, Asia Beat, Incognito, dan Akira Jimbo.

Pria kelahiran Prabumulih, 27 Juni 2000 itu mengaku beruntung karena karya debutnya mendapat sentuhan tangan Harry sebagai music director. Harry lah yang memotivasi Galuh untuk menulis lirik dan percaya diri untuk meniti karier menjadi musisi.

Di album 18, Galuh menawarkan musik pop dengan sentuhan RnB dan jazz. Semua lagu yang dia tulis bertema cinta yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Galuh memilih judul 18 karena album perdana itu digarap saat dia berusia 18 tahun. "Mudah-mudahan karya saya mendapat respons positif publik musik Indonesia. Saat ini album 18 sudah bisa dinikmati di platform musik digital," ucap Galuh.

Music director Harry Toledo mengungkapkan, saat melihat penampilan Galuh lewat video dia langsung merasa Galuh punya potensi. Menurut Harry, dia tidak mencari penyanyi dengan teknik vokal yang bagus, tapi unik. Hal unik inilah yang ada di diri Galuh. "Saya dorong Galuh untuk percaya diri asal mau berjuang. Single Kutak Ingin menjadi lagu pecut yang membuat Galuh bisa menulis lirik sendiri. Sejujurnya, saya enggak ikut campur banyak, biar Galuh melahirkan warna musik sendiri," kata Harry.

Menurut Harry, dia optimistis dengan Galuh. Harry ingin, Galuh yang berasal dari Sumatera Selatan bisa maju, tidak hanya musisi muda dari Jakarta atau Bandung saja.
"Akhir tahun ini saya akan bawa Galuh untuk tampil di beberapa negara Asia Tenggara," ujar Harry.***

Bagikan: