Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Kurang Tidur Mudah Terkena Stroke

Huminca Sinaga
ILUSTRASI mengelola tidur.*/CANVA
ILUSTRASI mengelola tidur.*/CANVA

LONDON, (PR).- Orang yang rentan terhadap insomnia memiliki risiko besar terkena penyakit kardiovaskular.

Menurut penelitian terbaru seperti dilansir The Guardian, Selasa 20 Agustus 2019,  orang yang kesulitan tidur bisa saja memiliki risiko lebih besar terkena masalah kardiovaskular (masalah jantung dan pembuluh darah).

Para ilmuwan telah menemukan bahwa orang-orang yang secara genetik cenderung rentan terhadap insomnia memiliki risiko lebih besar mengalami gagal jantung, stroke dan penyakit arteri koroner.

Para peneliti mengatakan, penelitian ini mendukung hasil riset sebelumnya yang menemukan hubungan antara kurang tidur dan masalah kardiovaskular, dengan penelitian terbaru yang mendukung gagasan bahwa insomnia mungkin saja menjadi penyebab kondisi ini.

Prof Hugh Markus, rekan penulis penelitian dari University of Cambridge berkata : “Jika hal ini terbukti benar, maka jika kita dapat memperbaiki atau mengurangi gangguan tidur, kita mungkin dapat mengurangi risiko stroke.”

250 varian genetik

Studi yang baru ini bergantung pada temuan sebelumnya bahwa ada sekitar 250 varian genetik, yang masing-masing dari varian ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami insomnia.

Hal terpenting adalah cara varian genetik diwariskan. Hanyalah sebuah kebetulan jika seseorang memilikinya. Keberadaan varian ini tidak tergantung pada genetik orang tersebut atau faktor lingkungan, seperti di mana mereka tinggal, kekayaan mereka atau seberapa sering mereka berolahraga.

Hal ini berarti secara teori memungkinkan manusia untuk melihat apakah peningkatan risiko insomnia  dapat menjadi penyebab stroke, gagal jantung dan penyakit arteri koroner, sambil mengurangi dampak dari faktor-faktor lain yang dapat memperburuk situasi. 

Ini adalah pendekatan yang berbeda dengan studi sebelumnya yang hanya menunjukkan hubungan tanpa sebab-akibat.

Menulis dalam jurnal Circulation, para peneliti dari Inggris dan Swedia melaporkan bagaimana mereka memanfaatkan pendekatan ini dengan memanfaatkan informasi kesehatan dan genetik dalam berbagai basis data dengan skala besar.

Untuk setiap kondisi kardiovaskular, data dari ratusan ribu orang diperiksa, untuk penyelidikan gagal jantung, tim menggunakan data dari hampir 400.000 orang dalam studi Biobank di Inggris.

Markus mengatakan bahwa masih belum jelas apakah mengurangi insomnia akan meningkatkan kesehatan jantung, dia mengatakan ada intervensi yang dapat membantu mereka yang kesulitan tidur, seperti terapi perilaku kognitif.

Mengelola tidur

Namun, studi terbaru memiliki keterbatasan dimana studi ini hanya melihat kecenderungan genetik untuk insomnia, bukanya seberapa banyak jumlah tidur dikelola per malam, dan sebagian besar data didasarkan dari keturunan Eropa.

Michael Holmes, dari University of Oxford,  ahli dalam menggunakan genetika untuk mengetahui risiko penyakit, mengatakan bahwa tidak jelas apakah kurang tidur akibat varian genetik meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, atau apakah keterkaitannya menuju pada varian genetik yang memicu efek lain.

Prof Jeremy Pearson, direktur medis asosiasi di British Heart Foundation berkata “Orang yang menderita insomnia atau gangguan tidur sering kali berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner (penyebab utama serangan jantung).  Akan tetapi, sulit untuk mengetahui apakah ada hubungan langsung atau apakah ini karena perilaku lain yang umum di antara orang-orang yang kesulitan tidur, seperti diet yang buruk atau memiliki tekanan darah tinggi.”

“Studi ini menunjukkan bahwa orang-orang dengan susunan genetik yang membuat mereka rentan terhadap insomnia juga memiliki sedikit risiko penyakit jantung koroner. Jika hubungan ini dapat dibuktikan dalam penelitian lebih lanjut, hal ini dapat membuka jalan untuk mengetahui cara yang tepat untuk menurunkan risiko penyakit jantung pada penderita insomnia," ujar Prof Pearson seperti dilaporkan The Guardian.***

Bagikan: