Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Sneakers Bertali Geser Pamor Sepatu Kulit untuk Tampilan Formal

Gita Pratiwi
SNEAKERS bertali kini menggeser pamor sepatu kulit untuk tampilan formal.*/SAM ADE/PR
SNEAKERS bertali kini menggeser pamor sepatu kulit untuk tampilan formal.*/SAM ADE/PR

SOL fleksibel dengan bahan kulit atau kanvas, menjadi ciri khas sneakers yang digandrungi para pemuda yang memiliki segudang aktivitas. Baik bertali maupun tidak, sneakers telah menunjukkan pamor bagi tampilan formal dalam dua tahun belakangan ini.

Intip saja penampilan Presiden Joko Widodo, yang kerap memadu padankan kemeja lengan panjang, celana katun hitam, dengan penggunaan sneakers. Sejumlah selebritas luar negeri seperti Kendall Jenner, sering tampil dengan sneakers meskipun sedang berpenampilan formal, lengkap dengan blouse atau coat. Di dalam negeri, Gading Marten juga identik dengan penggunaan sneakers, dan tidak melewatkan penampilan rapi berjasnya dengan koleksi sepatunya itu.

Produsen sepatu asal Bandung, Muhammad Randy Oktaviano, juga menyoroti fenomena tersebut. “Sebenarnya dari dua produk, sneakers dan casual, lebih diminati yang casual. Casual itu bisa dipakai formal, seperti kondangan gitu, tapi bisa juga untuk ke kantor dan harian. Tren itu terjaga sampai 2018. Dari pertengahan 2018, trennya sepatu kolaborasi sneakers kembali booming,” kata Randy, saat ditemui di toko Footstep Footwear, di Metro Trade Center Kota Bandung, Senin, 19 Agustus 2019.

Memang sempat terjadi pergeseran minat pada sepatu bermaterial knit atau rajut, tapi tidak berlangsung lama. Yang bertahan tetap sneakers dengan model bulky, bisa dipakai olahraga ringan, dan bergaya harian.

Sebagai produsen lokal, brand ini cukup produktif dengan menerbitkan artikel baru per tiga bulan. Bulan ini akan segera diluncurkan kembali artikel sneakers bertali, sesuai dengan minat generasi muda.

“Dulu tren formal memang kuat. Sebelum 2018, cowok kan sukanya pakai boots, model loafer, slip on. Sekarang sudah terkikis. Di beberapa event, Presiden Jokowi juga pakaiannya formal, tapi pakai sneakers. Itu cukup mendongkrak minat sneakers saat ini,” ujar Randy.

Menurut dia, cukup diminati juga sneakers tanpa tali, namun tetap yang digandrungi adalah sneakers bertali.

Untuk warna, penggunanya tetap memilih warna dasar seperti putih, hitam, atau merah sebagai pilihan yang umum. Hanya saja untuk model, terdapat bagian ujung depan sepatu yang variatif.

Ada bentuk U, persegi, lancip, atau oval biasa. Pilihan model itulah yang berpengaruh pada tampilan akhir.

Diminati hingga Amerika Serikat

Randy menuturkan, sejauh ini penjualan karyanya lebih banyak diminati pembeli di Indonesia,melalui penjualan di media sosial dan marketplace. Namun, ia juga sempat melayani pemesanan terjauh ke Amerika Serikat.

“Untuk luar negeri, kita paling sering melayani Singapura dan Malaysia. Tapi paling jauh kita pernah mengirim ke Amerika Serikat,” ujar Randy.

Menurut dia, selain kualitas penggunaan sintetis grade A, penggemar sneakers melirik karyanya karena program garansi penuh, yakni perbaikan, dan penggantian utuh jika barang rusak dalam pengiriman. Selain itu, setiap sepatu disemprot parfum organik sebelum dikirim, yang terdiri dari wewangian mint, maskulin, dan bubble gum. ***

Bagikan: